Friday, March 22, 2019

Aksi Mahasiswa Menolak Kedatangan Jokowi Ke Lombok Berlangsung Ricuh

Massa aksi bersitegang dengan aparat kepolisian saat menggelar aksi menolak kedatangan Presiden Jokowi ke Lombok
Mataram (postkotantb.com)- Aksi menolak kedatangan Presiden Jokowi ke Lombok yang di gelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mataram yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa untuk Perubahan  Jumat (22/03) di perempatan Alfamart jalan gajah mada Pagesangan Kota Mataram di warnai kericuhan.

Kericuhan tersebut disebabkan massa aksi menutup perempatan jalan Gajah Mada yang berada di depan Kampus Universiatas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).

Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi mengambil tindakan untuk membubarkan massa aksi, namun massa melakukan perlawanan. Akibat kericuhan tersebut salah seorang aparat berpakaian preman mengalami luka di hidungnya di duga terkena kayu saat di lakukan pembubaran paksa oleh aparat kepolisian.

Korlap Aksi, Haden MPO, dalam orasinya menyampaikan kekecewaannya terhadap Presiden Jokowi yang dituding sering melakukan kebohongan kepada masyarakat atas janji politiknya pada tahun 2014.

“Jokowi gagal mensejahterakan rakyat, tolak kehadiran Jokowi di NTB,” teriak Korlap.

Seperti release yang diterima media ini, ratusan massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain meminta kepada pemerintah agar memberikan transparansi jumlah alokasi anggaran terhadap korban gempa Lombok.

“Mendesak pemerintah untuk percepat proses rehabilitasi rumah korban gempa,” ucap Korlap 1 Hamsaturrahman.

Selanjutnya, mereka juga mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan khusus untuk petani jagung di NTB, terkait (bibit dan harga paska panen) serta mendesak pemerintah agar tidak menggunakan fasilitas negara dalam melakukan kampanye dan Stop komersialisasi aset Negara. (RZ)

1 comment: