Sunday, March 31, 2019

Hari Air Sedunia, Akses Masyarakat Terhadap Air Bersih Baru 72 Persen


Lombok Barat (postkotantb.com)- Masih minimnya akses untuk sebanyak-banyaknya warga terhadap air bersih, menjadi tema utama dalam Peringatan Hari Air Sedunia (Water World Day) yang ke-27 di Tahun 2019. Dengan mengambil tema "Leaving No One Behind", Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan semua umat manusia untuk mencintai air agar siapapun yang belum mendapat akses air bersih bisa memperolehnya dengan mudah.

"Paling tidak, masih ada 40% populasi dunia belum mempunyai akses air bersih. Terutama mereka dari masyarakat marginal, masyarakat adat, pengungsi, dan kaum urban, mereka belum mendapat akses air bersih," tegas I Gde Swardiari, selaku Ketua Panitia saat menyelenggarakan aneka lomba untuk Memeriahkan peringatan hari Air itu di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat di Gerung, Ahad (31/3).

Itu mengapa, terang Gde, PBB sengaja mengambil tema tersebut agar tidak ada siapapun tertinggal dalam mengakses air bersih. Karena dalam skema Sustainable Development Goals, imbuh Gde, cakupan akses untuk air bersih di tahun 2030 sudah harus mencapai seratus persen penduduk dunia.

Secara nasional, seperti dilansir banyak media, akses warga terhadap air bersih baru mencapai sekitar 72% dan menuju 77% di tahun 2019 ini.

"Di Kabupaten Lombok Barat sendiri, akses untuk air bersih layak konsumsi baru mencapai 59%. Masih jauh dari capaian nasional yang 72%," aku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Lombok Barat, I Made Arthadana saat ditemui sebelum pelaksanaan acara.

Made mengaku, bersama PDAM Giri Menang, pihaknya terus memfasilitasi pembangunan air bersih berbasis jaringan sambil terus menggerakkan program konservasi dan restorasi sungai.

"Tahun 1980-an, kita masih punya 357 titik lokasi mata air. Penelitian kita di tahun 2015 lalu, tinggal 72 yang tersisa," terang Made.

Mengelola air itu, tambah Made, harus lengkap mulai dari hulu, tengah, hilirnya. Masalah hulunya adalah mempertahankan sumber air, tengahnya itu masalah penataan, dan hilirnya itu masalah pemanfaatan air.

Terkait dengan sumber mata air, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membuka acara memastikan bahwa Lombok Barat akan memiliki sumber baku air.

"Tahun ini kita akan membangun Bendungan Meninting sebagai salah satu proyek strategis nasional," terang Fauzan.

Melihat rencana pembangunannya, bendungan ini bisa menjadi sumber air, baik untuk irigasi maupun sumber air bersih yang layak konsumsi.

"Melihat daya tampung bendungan tersebut, wilayah Kecamatan Lembar ke utara akan aman. Kita akan masih punya PR itu Lembar ke selatan," papar Fauzan di hadapan ribuan peserta aneka lomba.

Mengingat pentingnya air bagi kehidupan,  pihak Panitia Hari Air Sedunia Tingkat Provinsi NTB, aku I Gde Swerdiari, memanfaatkan dunia pendidikan untuk mengkampanyekan,  agar semua warga tidak hanya menyadari haknya atas air, tapi juga berkewajiban memelihara sumbernya.

"Agar kesadaran akan pentingnya air itu tertanam sejak usia dini," pungkas Gde. (Eka)

No comments:

Post a Comment