Sunday, March 24, 2019

Komunitas Game Online Mataram Berharap eSport Dilirik Koni

Brother Squad salah satu komunitas eSport yang ada di Kota Mataram
Mataram (postkotantb.com)- Komunitas game online di daerah Mataram kini makin marak. Hampir di setiap sudut Kota Mataram tampak para gamer dari beberapa komunitas fokus memainkan sejumlah game online melalui Handphone. Tidak jarang para komunitas game online ini berkumpul secara berkala dan memainkan game online kesukaan mereka bersama.

Manager Brother Squad Misbah Ariyudin atau Ari panggilan akrabnya menyebut di Kota Mataram sedikitnya terdapat 100 komunitas pecinta game online. Masing masing komunitas setidaknya mempunyai anggota 30-40 orang. Makin variatif game online yang diciptakan vendor membuat para gamer lebih banyak pilihan game online yang mereka gandrungi.

Setidaknya terdapat tiga game online yang memiliki peminat paling tinggi di Kota Mataram yakni PUBG, Mobile Legend dan Free Fire. Ari menjelaskan biasanya mereka kumpul seminggu dua kali terutama di hari libur.

"Biasanya kami memilih hari libur untuk kumpul dan bermain bersama, kegiatan bermain game online ini tidak menganggu aktivitas pokok seperti kegiatan sekolah, kuliah ataupun aktivitas lainnya," papar Ari.

Komunitas Brother Squad sendiri merupakan para gamer penyuka game online PUBG. Ari mengatakan saat ini Brother Squad memiliki anggota 38 orang di dominasi oleh anak kuliahan. Namun selama ini ujar Ari meski menggemari game online namun tidak sampai mengganggu aktivitas perkuliahan mereka.

Ada satu hal yang Ari impikan yakni adanya atlit mewakili daerah dalam cabang olahraga game online. Seperti pada Asian Games 2018 Palembang-Jakarta lalu sejumlah game online masuk dalam pertandingan eksibi. 

Meski tidak masuk dalam perhitungan perolehan emas namun pertandingan game online pada Asian Games 2018 lalu menjadi motivasi suatu hari nanti pertandingan eSport bakal resmi masuk sebagai salah satu cabor yang di pertandingkan.

Ari bahkan saat ini menyusun bahan presentasi untuk menghadap Koni NTB. Ia mencoba meyakinkan induk organisasi olahraga untuk mempertimbangkan kemungkinan game online masuk dalam cabor resmi dan memiliki atlit.

"Kami sedang menyusun bahan presentasi sebelum menghadap Koni, nanti kami akan memaparkan apa yang membuat kami meminta Koni memasukan game online dalam cabang olahraga, kami juga mempersiapkan dokumentasi beberapa even pertandingan game online," beber Ari.

Game online sendiri pada Asian Games Palembang 2018 masuk dalam cabor olahraga eSport yakni olahraga yang di lakukan melalui media elektronik, console, handphone dan sebagainya.(RZ)

No comments:

Post a Comment