Saturday, March 23, 2019

Pindah Lokasi, Puskesmas Penimbung Ramai Dikunjungi Pasien

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Ketua TP-PKK Hj. Khairatun menghadiri acara Tasyakuran gedung baru UPTD BLUD Puskesmas Penimbung, Lingsar. Sabtu (23/3)

Lombok Utara (postkotantb.com)- Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama Ketua TP-PKK Hj. Khairatun menghadiri acara Tasyakuran gedung baru UPTD BLUD Puskesmas Penimbung yang berada di Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari, Sabtu (23/3).

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang sebelumnya berlokasi di Desa Penimbung ini dipaksa pindah lantaran beberapa hal.

“Faktor utama adalah banjir. Kalau musim hujan air sungai naik. Belum lagi kiriman dari atas, karena lokasi kita di bawah. Setahun bisa 2-3 kali kita kebanjiran. Pernah sepinggang kita tingginya. Alat-alat habis rusak semua,” terang Kepala UPTD BLUD Puskesmas Penimbung, H. L. Wirawan Srigede.

Selain banjir, lokasi puskesmas yang berdekatan dengan pasar sering mengakibatkan kemacetan sehingga proses rujukan pasien terganggu.

H. L. Wirawan mengaku lega dengan lokasi baru puskesmas. Diakuinya, dengan lokasi baru yang dinilai cukup strategis membuat kunjungan pasien meningkat jauh.

“Kita mulai pindahan februari kemarin secara bertahap. Pindahan jalan tapi pelayanan non-stop, tidak ada jeda. Di sini pasien meningkat dua kali lipat. Kalau di lokasi lama pasien lebih banyak ke Puskesmas Gunungsari,” katanya.

Dengan jumlah penduduk yang besar, Pemkab Lombok Barat tahun ini rencananya akan menambah satu buah puskesmas lagi untuk Kecamatan Gunungsari. Rencananya akan dibangun di Desa Sesela.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan Pemkab Lombok Barat akan membuat kebijakan sesuai kebutuhan. 

“Misalnya di Kecamatan Gunungsari kita akan imbangi jumlah penduduk dan kebutuhan fasilitasnya. Sekarang belum imbang jumlah penduduk dan jumlah puskesmas di Gunungsari. Untuk itu kita bangun kembali di Sesela tahun ini,” jelas bupati.

Bupati tidak lupa mengajak masyarakat untuk menjaga puskesmas dan fasilitas yang ada.

“Tidak mungkin kepala dinas dan kepala puskesmas akan menjaga kecuali masyarakat ikut menjaga. Puskesmas ini milik negara. Tentu itu milik masyarakat juga," pungkas Fauzan.

UPTD BLUD Puskesmas Penimbung sendiri memiliki luas bangunan 900 meter persegi dan menelan biaya Rp. 3,9 milliar dari dan Dana Alokasi Khusus(DAK).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahnan Putra mengajak masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan itu dengan maksimal.

“Tidak hanya diperuntukan bagi orang-orang sakit saja, puskesmas juga boleh dimanfaatkan masyarakat yang sehat untuk mengecek kesehatannya. Masyarakat Lombok Barat saat ini mengalami peningkatan untuk penyakit tidak menular seperti hipertensi dari 7% naik menjadi 20%. Untuk itu silahkan cek kesehatan dengan rutin,” ajak Rachman. (Eka)

No comments:

Post a Comment