Tuesday, April 23, 2019

Di NTB Puluhan Petugas KPPS Tumbang, Tiga Meninggal Dunia

Puluhan PPS dan KPPS tumbang karena sakit dan kelelahan bahkan tiga diantaranya meninggal dunia

Mataram (postkotantb.com)- Cerita adanya petugas PPS  dan KPPS yang tumbang bahkan sampai meninggal dunia tidak hanya terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di NTB Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada puluhan petugas PPS jatuh sakit dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bahkan tiga di antaranya meninggal dunia.

KPU NTB mencatat tiga orang petugas panitia pemungutan suara harus meregang nyawa. Adapun ketiga orang petugas PPS yang meninggal dunia adalah Sanapiah, Ketua PPS 6, Desa Jotang, Kecamatan Empang. Sumarni, KPPS TPS 11, Desa Saneo, Dompu dan Jupri KPPS, TPS 4, Desa Malaka, KLU.

Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan ketiga petugas KPPS yang meninggal dunia tersebut karena kelelahan dan sakit.

"Iya ketiga petugas PPS yang meninggal dunia tersebut karena sakit dan kelelahan selama proses pemilihan hingga perhitungan surat suara," papar Soud.

Sementara puluhan petugas PPS dan KPPS lainnya ambruk dan di larikan kerumah sakit karena mengalami kelelahan. Bahkan salah satu petugas PPS yang mengandung lima bulan mengalami keguguran.  Anggota PPS, yang mengalami keguguran tersebut adalah anggota PPS Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, identitas petugas PPS tidak di sebutkan. 

Sekretaris KPU NTB Mars Anshori menyatakan pihaknya akan tetap memberikan santunan. Adapun besaran santunan akaj di sesuaikan dengan keputusan KPU RI.

"Kami tetap akan memberikan santunan kepada petugas PPS, KPPS dan PPK yang mengalami sakit ataupun meninggal saat proses perhitungan suara," tegasnya.

Total jumlah petugas PPS yang mengalami kelelahan dan sakit sebanyak 25 orang sementara tiga orang lainnya meninggal dunia.(RZ)

No comments:

Post a Comment