Tuesday, April 16, 2019

Pantau Pelaksanaan Pemungutan Suara Bawaslu Libatkan Komunitas Ojek

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid berpose bersama relawan usai menggelar bintek pemantauan dan pengawasan pemungutan suara
Mataram (postkotantb.com)- Untuk membantu dan memperkuat pengawasan saat pemungutan suara dan pasca pemungutan suara, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat melakukan perekrutan terhadap relawan. Relawan pemantau TPS ini berasal dari berbagai latar belakang, yakni mahasiswa, tokoh masyarakat bahkan komunitas ojek.

Perekrutan relawan ini di lakukan di enam kabupaten kota di NTB. Khusus di Kabupaten Dompu Bawaslu NTB melibatkan komunitas ojek setempat untuk membantu Bawaslu melakukan pengawasan dan pemantauan. Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid menyebut total relawan yang di rekrut di enam kabupaten kota tersebut sebanyak 492 orang. 

"Kita rekrut relawan dari berbagai latar belakang, bahkan di Dompu kita libatkan komunitas ojek yang membantu kita mengawasi pelaksanaan pencoblosan," paparnya saat memberikan  bintek kepada relawan di hotel Lombok Raya, Senin (15/4).

Untuk mengetahui tugas yang akan di lakukan oleh relawan, Bawaslu memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada relawan. Dalam bintek ini Bawaslu menekankan adanya potensi pelanggaran yang harus di pantau dan di catat oleh relawan dan melaporkan bila terjadinya pelanggaran.

Adapun bentuk potensi pelanggaran yang harus menjadi perhatian relawan yakni adanya praktek money politik, penyalahgunaan formulir c6 dan adanya potensi pemilih yang kehilangan hak suara.

Selain itu Bawaslu juga menyebut ada 6026 TPS rawan yang tersebar di seluruh NTB. TPS rawan ini di tetapkan Bawaslu karena berpotensi terjadinya 9 indikator pelanggaran saat pemungutan suara. Salah satu indikator pelanggaran yakni jumlah suara DPTb sebesar 12 persen yang berpotensi rawan kehilangan gak suara.(RZ)

No comments:

Post a Comment