Sunday, May 12, 2019

Operasi Keselamatan Gatarin 2019 Berakhir, Teguran Pelanggar Meningkat


Sumbawa Rea (postkotantb.com)- Operasi Keselamatan Gatarin 2019 resmi berakhir Minggu (12/5) lalu. Selama 14 hari pelaksanaannya, pemberian tilang kepada pelanggar menurun dari tahun sebelumnya. Sementara pemberian teguran simpatik kepada pelanggar dalam operasi tahun ini, meningkat. 

Kasat Lantas Polres Sumbawa, AKP. Bowo Tri Handoko, SE., SIK mengatakan, bahwa Operasi Keselamatan Gatarin 2019 telah berakhir. Selama operasi, pihaknya melaksanakan sejumlah kegiatan. Dalam kegiatan ini, pihaknya ditekankan melakukan penindakan dalam bentuk tilang sebanyak 20 persen saja. Operasi Keselamatan Gatarin 2019 lebih ditekankan pada pemberian teguran simpatik.

Bowo, akrab perwira ini disapa mengatakan, untuk perbandingan saja, dalam operasi yang sama tahun lalu, jumlah tilang sebanyak 231. Sementara tahun ini jumlah tilang nya hanya 55 saja. Jumlah teguran simpatik yang diberikan dalam operasi yang sama pada 2018 lalu sebanyak 957. Dalam tahun ini, Teguran simpatik yang diberikan kepada pelanggar sebanyak 1.804.

Dijelaskan, ada penurunan dalam pemberian tindakan tilang dalam tahun ini sebesar 76 persen. Sementara teguran simpatik yang diberikan mengalami ketinggalan 88,51 persen. Sementara jumlah kecelakaan dalam Operasi Keselamatan Gatarin 2019 juga menurun dari tahun kemarin. Dalam tahun ini hanya terjadi satu kasus kecelakaan. Dengan korban luka berat satu orang dan luka ringan satu orang. Pada tahun kemarin dalam operasi yang sama terjadi dua kasus kecelakaan. Dengan korban meninggal dunia satu orang dan luka berat sebanyak dua orang.

Menurut Bowo, dengan hasil tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa Operasi Keselamatan Gatarin 2019 berhasil. Meski demikian, pihaknya akan melakukan analisis dan evaluasi terkait operasi ini di Direktorat Lalu-lintas Polda NTB. Dengan hasil ini, pihaknya tidak bisa menjustifikasi apakah kesadaran masyarakat dalam berlalu-lintas semakin tinggi atau berkurang.

Namun, yang bisa dilihat, kecelakaan berawal dari pelanggaran lalu-lintas. Jika semakin banyak kecelakaan lalu-lintas, maka semakin banyak pelanggaran yang terjadi. Karena itu, pihaknya selalu berupaya untuk menekan angka kecelakaan lalu-lintas. Baik itu penindakan berupa teguran simpatik kepada masyarakat. Pihaknya juga lebih mengoptimalkan pemberian teguran simpatik, memberikan sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk lebih tertib berlalu-lintas.

"Pembagian takjil dan helm adalah salah satu upaya untuk memberikan pemahaman tertib berlalu-lintas kepada masyarakat. Fungsi dari Operasi Keselamatan Gatarin ini untuk mengurangi angka kecelakaan lalu-lintas. Selain  dalam rangka persiapan pada arus mudik dan arus balik lebaran," pungkasnya. (jim)

No comments:

Post a Comment