Saturday, May 4, 2019

Ruas Jalan Penghubung Antar Desa Rusak, Warga Desak Pemda Perbaiki

Akses jalan di dusun Lendangre-Long-longan yang longsor sebulan lalu belum diperbaiki pemda. warga mendesak agar pemda segera memperbaiki karena membahayakan.
Lombok Barat (postkotantb.com)- Warga mendesak agar pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) segera memperbaiki ruas jalan Lendangre-Long-longan Desa Sekotong Tengah yang rusak akibat longsor bulan lalu. 

Ruas jalan ini sangat vital bagi warga yang bermukim di atas bukit, pasalnya jalan ini menghubungkan antara dua desa yakni Desa Sekotong Tengah dan Kedaro. Kondisi kerusakan jalan semakin parah menyusul hujan yang melanda beberapa waktu lalu. Akibat sebagian besar badan jalan terkena longsor, mengganggu warga yang beraktivitas baik ekonomi, ke sekolah dan pelayanan kesehatan.

Sekdes Sekotong Tengah M Rasid yang dikonfirmasi mengatakan, pihak desa sudah melaporkan jalan longsor ini ke Dinas terkait. OPD dalam hal ini Dinas PU pun ketika itu langsung merespon dengan turun ke lokasi melakukan pengecekan. Hanya saja sampai saat ini, setelah tim turun ke lokasi belum ada tindaklanjut perbaikan.

Karena itulah kata dia, desa bersama kadus kembali melayangkan surat permohonan perbaikan jalan ini langsung ke Bupati tembusan kepada kepala BPBD, Dinas PU PR.

“Surat permohonan ini untuk di sampaikan langsung kepada Bapak Bupati Lobar, tembusan kepada Kepala BPBD Lobar dan Dinas PUPR Lobar. Semoga segera ada tanggapan, sebab ruas jalan yang rusak akibat longsor tersebut sangat mendesak untuk diperbaiki, jangan sampai menimbulkan banyak jatuhnya korban,”tegas Rasid. 

Menurut dia, akses jalan ini tak hanya dilalui warga setempat namun warga desa Kedaro. Akses jalan ini menjadi penghubung menuju desa Kedaro, sehingga kebanyakan warga desa kedaro lebih memilih lewat akses jalan ini karena dinilai lebih dekat.

Kepala Desa Sekotong Tengah, L Sarappudin mengatakan, akses jalan penghubung antar dusun di Lendang Re menuju dusun Long-longan telah kondisinya rusak akibat longsor. “Jalan itu nyaris putus total, kalau tidak segera diperbaiki maka tinggal tunggu waktu putus sudah, ditambah tidak ada pengaman jalan, rambu dan lampu jalan sehingga sering terjadi kecelakaan. Beberapa korban meninggal,”terang Kades Sekotong Tengah ini. 

Lanjutnya, akses jalan tersebut memiliki panjang kurang lebih 2 kilometer, namun kondisinya parah persis di tebing dusun Lendng Re. Akibat dilanda hujan, jalan ini longsor tahun lalu. Diperparah lagi awal tahun ini intensitas hujan tinggi, dipicu kondisi tanah yang labil mengakibatkan longsor semakin melebar hingga badan jalan nyaris putus.

Pihaknya sudah melaporkan kondisi ini ke dinas PU, pihak dinas terkait sanggup memperbaiki kerjasama dengan BPBD. Hanya saja sampai saat ini belum ada realisasi.

Ia mendesak agar pihak terkait segera memperbaiki, sebab jika dibiarkan jalan itu khawatir putus total. “PU sanggup perbaiki koordinasi dengan BPBD namun ini belum ada kepastian,”tegasnya.

Di akses jalan ini juga perlu dilengkapi fasilitas berupa pengaman dan rambu lalu lintas serta PJU. Sebab akibat tak adanya fasilitas ini, banyak warga mengalami kecelakaan bahkan menelan korban jiwa. Terakhir terjadi kecelakaan di jalur itu beberapa hari lalu.

Menurutnya, seharusnya ini tak terjadi jika pemda serius menindaklanjuti keluhan warga, apalagi Bupati H Fauzan Khalid pernah turun ke daerah itu pada saat Safari ramadhan tahun lalu.

Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, I Made Arthadana mengatakan, pihaknya sedang berusaha mengkoordinasikan sumber pembiayaann dengan BPBD. “Kita tengah berusaha koordinasikan sumber anggaranya ini,”jelas Made.

Persoalan jalan ini pun masuk dalam agenda pembahasan rapat forum lalu lintas angkutan jalan (FLLAJ) Kabupaten Lombok Barat. Forum ini membahas 15 pengaduan yang dihimpun dari bulan Maret. Kepala bidang Bina Marga pada dinas PUPR Lobar, Hambali mengatakan, adanya pengaduan berulang terkait kerusakan jalan di ruas Lendang Re – Loang-Longan, Kecamatan Sekotong yang telah cukup membahayakan. Pihaknya sendiri telah melakukan survey bersama tim Bina Marga. “Perencanaan dan anggaran telah disiapkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Lombok Barat untuk kerusakan jalan ini, tetapi untuk tahun ini anggaran untuk kerusakan jalan ini tidak tersedia,”tegasnya. (Eka)

No comments:

Post a Comment