M.Nahrawi: Jangan Pernah Nikahkan Anak Dibawah Umur

Kasi Bimas Kemenag KLU, Islam Muhammad Nahrowi, S.Ag

Sejak bulan Januari sampai Juni 2021 setidaknya ada 30 kasus pernikahan anak dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara. 

“Yang terjadi kemarin ada 30 orang anak dibawah usia dari januari sampai sekarang ini,” Kasi Bimas Kemenag KLU, Islam Muhammad Nahrowi, S.Ag saat ditemui pada  Rabu, (16/06).

Nahrowi menjelaskan UUD pernikahan nomer 01 Tahun 1974 menjelaskan tentang usia minimal Calon Pengantin(Catin) bagi perempuan berusia 16 tahun dan bagi laki-laki 19 tahun berubah, bagi laki-laki dan perempuan sudah mencapai umur 19 tahun. 

Menurut Nahrawi dengan adanya perubahan ini masih banyak anak yang nikah di bawah umur salah satunya disebabkan dengan hamil diluar nikah. 

“Nah, dengan adanya kenaikan umur dai 16 ke 19 saja masih banyak yang hamil diluar nikah, yang sudah kecelakaan.” 

Nahrawi mengakui bahwa, kurangnya sosialiasi kepada masyakat secara langsung baik ke sekolah maupun ke masyakat untuk tidak menikahkan anak mereka saat usia masih dini. 

“ Sosialiasi yang kurang meruncing ke bawah ke sekolah, ke masyakat dan ke PKK. Memang kurang meruncing ke bawah.” 

Tidak hanya Nahrawi, Amnul Kahfi S,Ag, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Pemenang mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi ketika acara pernikahan berlangsung. 

“Kami sudah melakukan sosiaisasi ketika acara pernikahan,” penjelaskan Amnul Kahfi S,Ag kepada  Postkotantb.com. 

Wina perempuan yang saat ini berumur 16 tahun. 

lanjut Amnul Kahfi S,Ag jika ada Catin yang dibawah umur ingin tetap melakukan pernikahan, ia menyarankan kepada orang tua mempelaki laki-laki maupun perempuan untuk meminta surat dispensasi ke Pengadilan Agama. 

“Jika ada yang dibawah umur mau nikah, silahkan minta dispensasi ke pengadilan agama.”

Sementara itu, Wina salah satu warga Dasan Lekong Desa Sigar Penjalin yang menikah dibawah umur menuturkan, pihaknya tidak mengurus surat dispensasi ke Pengadilan Agama dikarenakan biayanya yang cukup mahal.

Menurut Wina banyak orang yang tidak mengurus dispensasi ke Pengadilan Agama dikarena biaya yang mahal. 

“Biaya daftar ke pengadilan saja 2 juta. Itu mahal banget. Mau banyak-banyak uang. Banyak orang yang nikah dibawah umur tidak ngurus dispensasi karena biaya yang mahal,” keluh Wina, perempuan yang saat ini berumur 16 tahun. (YN)