Laporan Jaharuddin.S.Sos wartawan postkotantb.com Lombok Utara
Lombok Utara, (postkotantb.com)- Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Lombok Utara, Nares, H Syamsudirman, S.Kep menjelaskan, memasuki bulan Ramadhan, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan kesiapan mental serta spiritual menjelang Ramadhan.
Berawal dari berkoordinasi terlebih dahulu terkait persiapan Ramadhan tahun 2026 ini, dari jauh-jauh hari kita sudah mulai menyiapkan segala yang akan menjadi kebutuhan terutama sistem imunisasi Surat menyurat (Sk) terkait tentang kemudian penjadwalan dan seterusnya itu sudah kita persiapkan 3 minggu yang lalu, tutur H Syamsudirman kepada postkotantb.com, Selasa 3 Februari 2026 di ruang kerjanya. Semua SK itu saat ini ada yang sudah ditandatangani dan ada yang sedang berproses sembari menunggu pulangnya Bapak Bupati dari Bandung-Jawa Barat.
Kemudian terkait dengan penjadwalan Safari Ramahon, lanjutnya, Safari di bagi menjadi dua, pertama untuk jadwal Safari dari tim gubernur itu satu minggu juga sudah diturunkan kepada kami dan kami juga sudah melakukan konsultasi dan koordinasi dengan para camat se wilayah Kabupaten Lombok Utara, sembari melihat kondisi Masjid Masjid yang sedang dalam proses pembangunan.
Alhamdulillah untuk jadwal kunjungan tim Safari proses suratnya sudah kami bahas termasuk rekomendasi Masjid yang akan dikunjungi, terutama Masjid yang belum sama sekali di kunjungi.
Tim Safari Ramadhan khusus Kabupaten Lombok Utara terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu : Pertama di pimpin oleh Bapak Bupati sendiri, kemudian wabup dan sekda kabupaten Lombok Utara. Sementara Ketua DPRD tergabung dalam Timnya bupati terangnya.
Ramadan memperbaiki hubungan kita dengan Allah memperbaiki hubungan kita dengan sesama dan yg terpenting mungkin meninggalkan dendam dan permusuhan, tambah H Syamsudirman.
Ramadhan dalam rangka memperbanyak amal ibadah sebagaimana disarankan oleh Rasulullah SAW. Ramadhan bukan hanya sekadar menjalankan ibadah-ibadah ritual, tetapi juga tentang membersihkan hati dan memperbaiki hubungan dengan sesama serta kepada Allah SWT.
Sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci ini, kita diajak untuk melakukan introspeksi terhadap diri sendiri serta memperbaiki perilaku yang mungkin menjadi penghalang dalam meraih berkah Ramadhan.
“Ramadhan membutuhkan kesiapan lahir dan batin", jarena itu, mari kita sama sama jadikan Ramadhon sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran beribadah, meningkatkan ketaatan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemda Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama direncanakan untuk melihat Rukyatul Hilal melalui lokasi Pusat Observasi Bulan (POB) di Dusun Onggong, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sebagai pusat rukyatul hilal utama untuk wilayah NTB, NTT, dan Bali. Fasilitas yang didanai Kemenag RI (Rp1,5 miliar tahap awal) ini berlokasi di perbukitan (300 mdpl) dengan menara setinggi 30 meter untuk memaksimalkan pemantauan hilal, pungkasnya. (@ng)


0 Komentar