Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Proyek pengadaan bibit bawang merah Program UPLAND Tahun 2026 senilai Rp7,5 miliar di Kabupaten Sumbawa kini tengah diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Di tengah proses audit itu, DPW Garda Sakti Bersatu (Garda Satu) NTB meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI ikut memberikan atensi.

Ketua DPW Garda Satu NTB, Abdul Hakim yang akrab disapa Bang Akim, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi lapangan dan menemukan sedikitnya lima poin yang perlu ditelusuri.

5 poin dugaan yang disorot Garda Satu:
- Proses tender: diduga ada kejanggalan dalam tahapan lelang
- Asal bibit: diduga tidak sesuai dengan domisili penyedia 
- Gudang penyimpanan: diduga tidak tersedia
- Distribusi: ada informasi keterlambatan penyaluran ke sebagian kelompok tani
- Pencairan anggaran: mekanismenya dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut

"Kami tidak menyimpulkan telah terjadi tindak pidana. Namun seluruh dugaan ini harus dibuka secara terang melalui audit BPKP. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, aparat penegak hukum, termasuk KPK, harus segera menindaklanjutinya," tegas Bang Akim, Senin (03/8/2026).

Garda Satu menyatakan akan menyampaikan hasil investigasinya kepada aparat penegak hukum, serta berkirim surat resmi ke KPK RI agar proyek yang bersumber dari Program UPLAND Kementerian Pertanian itu mendapat perhatian khusus.

Dinas Pertanian: Benih Sudah Didistribusikan

Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Khaerudin, membenarkan bahwa pengadaan benih bawang merah Program UPLAND 2026 saat ini sedang diaudit BPKP.
"Untuk pengadaan benih bawang merah Program UPLAND Tahun 2026 sekarang kami sedang diaudit oleh BPKP," tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada media.

Ia juga menegaskan seluruh benih sudah didistribusikan kepada kelompok tani. Penyaluran terakhir dilakukan pada 20 Juli 2026.
Audit BPKP saat ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memastikan proyek Rp7,5 miliar tersebut dilaksanakan sesuai aturan. Tujuannya, memberi kepastian kepada publik atas penggunaan anggaran negara di sektor pertanian Sumbawa. (Red)