Sumbawa Barat ( postkotantb.com ) - Puncak arus balik H+8 pada minggu ( 02/07) di pelabuhan penyebrangan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat diprediksi bakal ramai dan padat ternyata sepi.
Dari pantauan wartawan postkotantb.com di lapangan para pengguna jasa kapal ferry penyebrangan terlihat sepi hanya didominasi kendaraan roda dua sementara roda empat dan enam hanya sekali-kali kelihatan diarea pelabuhan. Informasi yang diserap wartawan sepinya arus balik disebabkan tidak berbarengan anak-anak sekolah masuk dengan PNS yang masuk pada tanggal 03/07.
Pada H+8 benar-benar menjadi puncak arus balik menuju Lombok, Bali dan Jawa melalui Pelabuhan Poto Tano. Kendaraan roda dua masih tetap mendominasi arus balik kali ini. Sedangkan kendaraan roda empat dan penumpang umum belum ada peningkatan yang signifikan. Dari kondisi ini , pihak ASDP belum menambah loket khusus yang telah disiapkan maupun penambahan armada kapal .
Untuk memperlancar arus, pihak ASDP juga menempatkan petugas di sekitar antrean kendaraan roda dua membagi jadwal muat bagi kendaraan roda dua dibantu oleh Anggota Kepolisian, TNI, satpol PP dan Security pelabuhan, Meski terjadi penumpukan kendaraan roda dua di area parkir Pelabuhan Poto Tano. Namun sejauh ini tidak sampai meluber ke luar area parkir pelabuhan.
" Saya tidak lama mengantri, hanya menunggu 15 menit diarea parkir tunggu, langsung dapat jadwal menyebrang, pengaturan tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya," ujar Devitasari salah seorang mahasiswa Unram pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.
Sementara dari data arus balik di posko terpadu Pelabuhan Poto tano belum terjadi peningkatan signifikan jumlah kendaraan roda 2 dari hari sebelumnya .
Plt Perwakilan Manajer Operasional Pelabuhan Poto Tano Sutalbi mengaku, hari ini diperkirakan arus balik akan terus bertambah hingga sore nanti, namun belum ada penumpukan kendaraan baik roda dua maupun roda empat "Hari ini memang kita perkirakan menjadi puncak arus balik, karena besok sudah banyak yang mulai kerja," katanya kepada postkotantb.com. ( Edi Chandra )


0Komentar