Wednesday, October 11, 2017

Pemprov NTB Terus Genjot Produksi Sapi


Mataram (postkotantb.com)- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus melakukan  berbagai upaya untuk meningkatkan produksi dan harga ternak sapi. Karena dengan produksi ternak yang didukung stabilitas harga sesuai kebijakan pemerintah, merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta penguatan  sektor peternakan itu sendiri. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi sapi ternak adalah melalui inseminasi buatan dan metode alamiah. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh Amin, SH., M. Si, menegaskan hal tersebut saat membuka Workshop Kelompok Penerima Paket Bantuan Hibah Ternak Yang Diserahkan Langsung Kepada Masyarakat Tahun 2017 di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Selasa (10/10/17).

Sejak digulirkannya program Bumi Sejuta Sapi 17 Desember 2008 lalu oleh Gubernur NTB, dalam perkembangannya Provinsi NTB semakin dikenal sebagai ikon produksi sapi ternak. Kebutuhan akan sapi baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam daerah maupun daerah semakin tinggi. Terlebih lagi, bagi sebagian besar masyarakat NTB, sapi bukan hanya dijadikan sebagai hewan peliharaan (ternak) untuk memenuhi kebutuhan ekonomi semata, namun bagi masyarakat setempat, sapi seringkali secara simbolis memegang peranan penting dalam kegiatan adat, budaya dan religius.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, drh. H. Aminur Rahman, M. Si melaporkan, workshop kelompok penerima barang yang diserahkan kepada masyarakat, yang sumber dananya merupakan APBD 2017. Tujuannya adalah, menjamin program bansos dan hibah sesuai aturan dan prosedur yang berlaku sehingga secara hukum tidak menyebabkan adanya kerugian negara, mewujudkan tertib dan kelengkapan administrasi, serta meningkatkan kapasitas kelompok usaha.

Kegiatan yang berlangsung 10-11 Oktober 2017 ini dihadiri 540 orang, terdiri dari 246 kelompok yang diwakili oleh ketua dan bendahara atau sekretaris, 30 petugas teknis kabupaten, narasumber, tim teknis provinsi, dan peserta bidang teknis lainnya.

Turut hadir sebagai narasumber yakni institusi penegak hukum (Kajati), Kepolisian Daerah NTB, Inspektorat NTB, Dinas Peternakan NTB, dan Psikolog. Beberapa pihak ini diundang semata-mata ditujukan untuk membangun tanggung jawab bagi penerima bansos.
Adapun Bansos yang dihibahkan senilai 15,87 miliar yang di alokasikan untuk 1.133 ekor sapi, unggas 6.000 ekor, dan 25 unit sarana prasarana peternakan.(RZ) 

No comments:

Post a Comment