![]() |
| HBK sebut keterlibatan kaum hawa pada konsep Urban Farming sangat penting |
Hal ini akan semakin efektif bila dilakukan dengan penggandeng kelompok anggota PKK dan juga Kelompok Wanita Tani (KWT).
"Dikembangkan dengan program yang melibatkan PKK dan KWT juga akan semakin baik. Karena selama ini kan kebijakan pemerintah kita di daerah juga masih sporadis soal pertanian. Padahal jika semua diintegrasikan akan semakin bagus", katanya.
Ia mencontohkan, program PKK yang terpusat memiliki dua aspek yang bisa dimanfaatkan.
Yakni dari sisi Kebun Gizi yang berhubungan dengan Kesehatan, dan Kebun Bibit yang berhubungan dengan Pertanian. Namun, dua-duanya bisa bersinergi dengan pola urban farming.
Emak-emak bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, dan bisa juga menanam tanaman apotik hidup untuk kebutuhan kesehatan.
"Dalam satu sisi itu saja, maka Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian bisa ikut intervensi. Selain PKK, juga bisa dilibatkan kelompok wanita tani (KWT). Jadi sebenarnya sumber daya kita ada, jangan anggap remeh potensi emak-emak ini," katanya.
Menurut HBK, jika konsep urban farming ini dipadukan dengan pertanian terintegrasi, bukan tidak mungkin banyak juga pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi mengembangkannya lebih baik lagi di NTB ini.(RZ)


0Komentar