Kadisos NTB Akhsanul Khalik di dampingi H. Bambang Muntoyo dan anggota grup diskusi Media Center NTB Bangkit menyalurkan bantuan ke Sulhi penderita rematik jantung
Lombok Barat (postkotantb.com)- Bantuan kepada Mifathul Sulhi bocah 13 tahun penderita rematik jantung asal dusun Kebun Lauk Sesela Lombok Barat terus mengalir. Kali ini grup diskusi Media Center NTB Bangkit yang beranggotakan kumpulan jurnalis, penggiat lembaga swadaya, pengusaha, politisi serta birokrat menyalurkan sumbangan ke Sulhi yang di terima langsung oleh orang tua Sulhi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat yang juga sebagai pembina grup diskusi Media Center NTB Bangkit Akhsanul Khalik di dampingi bendahara grup diskusi H. Bambang Muntoyo saat menyerahkan bantuan mengatakan bahwa sumbangan tersebut murni berasal dari anggota grup dan terkumpul sebesar 10,5 juta rupiah. Akhsanul berharap dengan sedikit sumbangan ini akan dapat meringankan beban keluarga yang akan merujuk Sulhi berobat ke RS Dr. Soetomo Surabaya.

"Semoga bermanfaat, sumbangan ini murni hasil dari pengumpulan dana kemanusiaan yang di khususkan untuk Sulhi dan keluarga," ujarnya.

Selain memberikan sumbangan, Akhsanul Khalik juga memberikan rekomendasi kepada keluarga Sulhi untuk mendapatkan bantuan dari Baznas. Sementara bendahara grup diskusi Media Center NTB Bangkit H. Bambang Muntoyo mengatakan selain Sulhi, aksi kemanusiaan juga akan di lakukan untuk membantu Tilar Negara balita penderita pembengkakan bola mata. Pengumpulan dana untuk Tilar sendiri telah mulai di lakukan.

"Kami terus akan bergerak untuk misi kemanusiaan, walaupun anggota grup diskusi ini terdari dari berbagai latar belakang tetapi mempunyai tujuan yang sama untuk membantu sesama," pungkasnya.

Orang tua Sulhi, Muhadi menyampaikan rasa sukur dan ucapan terima kasih karena telah mendapatkan bantuan biaya pengobatan. Dengan bantuan tersebut ia merasa tertolong karena besarnya biaya selama berada di Surabaya nantinya. 

Muhadi menjelaskan Sulhi mengidap penyakit rematik jantung sejak berumur sembilan tahun. Gejala yang di hadapi Sulhi pada saat itu ujar Muhadi, Sulhi mengalami sesak nafas yang di sertai demam serta rasa ngilu di setiap persendian. Berbagai pengobatan telah di upayakan namun tidak membuahkan hasil. Atas rekomendasi rumah sakit Sulhi kini di rujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya.

"Semua upaya telah kami lakukan bolak balik rumah sakit di Mataram, sampai pengobatan tradisional sudah kami lakukan, tetapi kami tidak mempunyai uang untuk merawat Sulhi ke luar daerah, kondisi kami sendiri hanya cukup untuk makan sehari hari," ucapnya.

Dengan penyakit yang di deritanYa Sulhi telah dua minggu ini tidak aktif ke sekolah. Para guru telah memahami kondisi Sulhi dan mendukung upaya pengobatan Sulhi ke Surabaya.(RZ)