Tuesday, March 19, 2019

BPPT Jalin Kerjasama Dengan Pemda Lobar Dibidang Tekhnologi Peternakan


Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) boleh bangga karena ketempatan sebagai lokasi kerjasama desiminasi tekhnologi peternakan. Kerjasama ini diinisiasi oleh salah satu anggota DPR RI Komisi VII, H. Kurtubi yang bermitra dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT). Kerjasama ini diawali dalam bentuk pertemuan dengan ratusan kelompok tani (Poktan) se-Lobar di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang, Selasa (19/3).

Direktur BPPT Dudy Iskandar menyatakan, dalam rangka menghasilkan inovasi tekhnologi di berbagai bidang, pihaknya melakukan kerjasama sebagai mitra kerja dengan pemerintah daerah. Karena diakui, BPPT tidak memiliki kepanjangan tangan.

“Khusus di Lombok Barat, dipilih untuk tekhnologi bidang peternakan. Karena ini baru kerja sama awal, kami dari tim akan memberikan penjelasan kepada kelompok tani,” kata Dudy.

Dikatakan, permasalahan yang cukup krusial di Lobar adalah masalah pakan ternak. Untuk itu, BPPT akan menjelaskan berbagai hal sesuai aplikasi yang dimiliki seperti si Pandai dan si Pintar. Si Pandai lanjutnya, merupakan aplikasi yang bisa membuat pakan ternak berbasis bahan baku lokal.

“Sesuai penjelasan bupati di sini ada dedak, ada jerami yang nanti bisa diinovasikan yang cocok untuk pakan ternak,” jelas Dudy.

Sementara itu Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bupati beralasan, karena dalam rangka menambah SDM Lobar di bidang tekhnologi peternakan. Lebih-lebih di daerah Patut Patuh Patju ini sedang menerapkan Pariwisata sebagai power of industry. Karena pariwisata sebagai lokomotif, kata bupati tentu dibackup oleh produk lokal.

“Yang namanya pariwisata, tentu manusia butuh makan. Padi, buah, ternak, daging dan sebagainya kita usahakan bersumber dari kita sendiri, tak perlu dari impor,” harap Fauzan di hadapan Kepala Dinas Pertanian Lobar, sejumlah Pimpinan OPD dan ratusan peserta yang didominasi oleh kelompok tani dan kelompok ternak.

Kata bupati, jika semua sudah terealisasi maka tentu semua juga akan menjadi hidup. Termasuk dari sisi kualitas, ke depan apa yang diharapkan terus diintervensi. Apalagi lanjutnya, ke depan bantuan akan diperbanyak dalam bentuk stimulan. Dalam bentuk infrastruktur akan dikurangi.

“Memang infratruktur tetap kita butuhkan, namun bantuan stimulan harus juga kita tingkatkan, tidak mau setengah-setengah” pintanya.

Karena kata bupati, setiap membuat suatu program, pihaknya tidak hanya memanggil kepala dinas yang menangani, tetapi selalu memanggil kepala dinas yang bisa membackup sampai masalah pemasaran.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi VII DPR RI H. Kurtubi berpesan, pihaknya akan tetap menyuarakan aspirasi warga NTB, khsusunya Lombok Barat sesuai bidang tugas Komisi VII. (Eka)

No comments:

Post a Comment