Proses Pelipatan Surat Suara oleh KPU Lombok Barat
Lombok Barat (postkotantb.com)- Proses pelipatan surat suara Pemilu 2019 mulai dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Barat, Senin (11/3). Dari lima surat suara, KPU Lombok Barat baru menerima satu surat suara, yakni surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden.

Sekretaris KPU Lombok Barat, Lalu Suherman mengatakan, surat suara calon presiden dan wakil presiden sudah diterima, sedangkan sisanya akan menyusul. Meski begitu, proses pelipatan surat suara  yang sudah diterima, mulai dilakukan.

Lalu Suherman menyebutkan, sebanyak kurang lebih 489.480 Lembar kertas surat suara pemilihan presiden sesuai jumlah daftar pemilih tetap  (DPT) sudah diterima, dan akan langsung dilakukan pelipatan dengan melibatkan 224 warga setempat untuk melakukan pelipatan surat suara.

"Kita akan memulai melipat surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden yang ditargetkan tiga hari selasai" ujar Lalu Suherman di lokasi pelipatan suara, Desa Lelede, Gerung-Lombok Barat.

Lanjutnya, Setelah selesai melakukan pelipatan surat suara presiden dan wakil presiden, akan dilanjutkan dengan melipat surat suara DPR RI. Lalu Suherman memperkirakan, proses pelipatan surat suara DPR RI memakan waktu lebih lama, sekitar empat sampai lima hari karena jumlahnya lebih banyak.

Lalu Suherman Menjelaskan, sebanyak lima kategori surat suara yang akan dilipat, pihaknya memastikan akan tuntas pada 3 April mendatang. Namun untuk surat suara yang cadangan belum akan dilipat dulu. "Ditargetkan tanggal 3 April akan tuntas semua,"jelasnya.

Berdasarkan SOP untuk pelipatan surat suara, pihaknya sudah menyepakati dan sudah disampaikan ke pihak Bawaslu proses pelipatan surat suara akan dimulai jam 09:00 dan berakhir pada pukul 18:00. 

" Aktifitas lipat suratnya kami hanya buka pagi hingga sore saja. Untuk  malam hari ditiadakan karena khawatir ada surat suara yang rusak, luput dari penglihatan," terangnya.

Lalu Suherman  dari awal dibantu oleh Bawaslu dan pihak kepolisian Lobar yakni dengan pasukannya. Pengawalan polisi sudah melakukan pengecekan dan menggeledah untuk body cek untuk semua peserta yang melipat, baik yang laki dan yang  perempuan.

Lalu Suherman menambahkan, selama proses pelipatan, pihaknya dibantu oleh Bawaslu dan aparat keamanan berjaga di lokasi. Pihaknya menjamin, tak akan terjadi kebocoran surat suara. Semua petugas pelipat, saat masuk dan keluar akan mendapat pemeriksaan.

"Semua petugas ini kami periksa satu-satu. Jadi kami jamin tidak akan ada surat suara yang dibawa keluar, Prosesnya juga diawasi polisi dan Bawaslu. Jadi biar tidak ada kecurangan," pungkasnya.

Setelah surat suara dilipat nantinya akan dilakukan pendistribusian dari KPU ke PPK dan langsung disalurkan ke PPS. (Eka)