Lombok Timur (postkotantb.com)- Internasional Woman Day (IWD) yang diperingati setiap tanggal 9 Maret digelar oleh asyarakat Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur yang tergabung dalam Kelompok Konstituen dan Karang Taruna bertemu di komplek Dermaga Labuhan Haju ada, Ahad (9/3).
Kegiatan bertema Pendewasaan Usia Perkawinan tersebut diawali dengan senam masal, aksi bersih pantai, pemeriksaan gratis Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan diakhiri dengan seminar.
Sri Yulyana, ketua Kelompok Konstituen yang juga ketua panitia dalam sambutannya mengatakan, tema kegiatan sengaja dipilih berbeda dengan tema nasional karena di Lombok Timur pernikahan anak terutama perempuan masih banyak terjadi.
"Masyarakat perlu untuk diberikan pengetahuan tentang dampak negatif pada perkawinan anak baik fisik dan psikis dan ingat bahwa perkawinan anak adalah salah satu bentuk kekerasan kepada anak", ujarnya.
Sry Yulyana menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari Kelompok Konstituen yang ada di 10 desa dan kelurahan binaan Yayasan Bakti dalam program MAMPU.
Sementara itu Yusmeli, Camat Labuhan Haji dalam sambutannya berpesan, perempuan harus mampu bersikap dan berperilaku yang membuatnya bisa dihormati dan disegani. Perempuan bisa mengambil peran-peran strategis baik di pemerintahan maupun di tengah masyarakat.
Pemerhati perempuan, Suroto, dalam pemaparannya dalam seminar mengatakan RPJMD Lombok Timur 2018-2023 pemberdayaan perempuan mendapat perhatian besar, buah dari Musrenbang Perempuan yang dilaksanakan para penggiat dan pemerhati perempuan.
"Pendewasaan usia perkawinan sangat penting bagi terbentuknya keluarga yang berkualitas.Salah satu sebab perempuan tidak maju karena perkawinan usia muda. Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan di Lotim sangat tinggi dan cenderung meningkat, korbannya adalah perempuan usia muda. Jika ingin maju tunda usia perkawinan, atur jumlah kelahiran anak," ujarnya.
Hadi Mastur Rosidi, dalam pemaparannya jumlah remaja hamil yang terlapor di Dinas Kesehatan Lombok Timur masih rendah dibandingkan dengan isu yang beredar di masyarakat. "Kami ingin ada kerjasama dengan semua pihak dalam pendataan ini", ujarnya.
Akibat perkawinan muda adalan sunting karena anemia. Pelu diketahui dari empat kehamilan ada satu di antaranya penderita anemia, angan malas konsumsi penambah darah, pesannya. (Dharma)


0Komentar