![]() |
| Wakapolres Lombok Barat, Kompol Fauzan Wadi |
Lombok Barat (postkotantb.com)- Polres Lombok Barat beserta jajarannya menggelar rapat persiapan pengamanan kegiatan pawai ogoh-ogoh, yang akan dilaksanakan pada Rabu, (6/3).
Wakapolres Lobar Kompol Fauzan Wadi mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan tahapan-tahapan termasuk menggelar rapat persiapan dalam mengamankan kegiatan pawai ogoh-ogoh, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret mendatang.
Dia menambahkan, Polres Lobar akan menerjunkan 242 personel untuk mengamankan pawai ogoh-ogoh. Nantinya akan dibagi di beberapa titik lokasi. Yaitu Kediri, Kuripan, Gerung, Lembar dan Sekotong. Khusus kegiatan pawai ogoh-ogoh di wilayah Kediri dan Kuripan akan ditempatka di satu tempat, sehingga mempermudah fokus pengamanan.
Adapun rute kegiatan pawai ogoh-ogoh sendiri, di Kediri dan Kuripan, rute kegiatan Ogoh-ogoh akan dipusatkan di Jagaraga. Wilayah Gerung, rute kegiatannya dilaksanakan di Jembatan Wesi, Banyu Urip dan wilayah Tempos. Untuk wilayah Lembar kegiatan akan dimulai di monumen Dodokan dan finish di jembatan gantung.
"Konsentrasi utama pengaman akan dipusatkan di wilayah Lembar, karena mereka akan star di monumen dodokan dan finish di jembatan gantung, yang merupakan jalur utama kendaraan," Jelas Fauzan Wadi.
Fuazan Wadi menghimbau kepada pelaksana kegiatan, agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan petunjuk dan arahan sesuai ketentuan yang sudah ada, sehingga diharapkan tidak mengganggu pihak-pihak lain. "Bagi yang melaksanakan kegiatan silakan melaksanakan kegiatan, tapi harus mengikuti ketentuan yang ada," Imbuhnya.
Fuzan Wadi meminta kepada pihak-pihak lain, agar mendukung kegiatan tersebut. Sehingga bisa bersama-sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan ini. "Disinilah kita menunjukkan sikap toleransi saling menghargai dan menghormati antar sesama. Sehingga tercipta kerukunan dan keserasian antar umat beragama,"Pintanya.
Terkait pengamanan Lalu lintas, Kasatlantas Lobar L. Panca Warsa menjelaskan, dalam kegiatan pawai Ogoh-ogoh tidak ada pola pengalihan arus lalu lintas, melainkan menggunakan sistim buka-tutup. Sistim buka-tutup ini nantinya akan diterapkan diwilayah Gerung-Lembar, karena pelaksanaan pawai menggunakan jalur utama, sedangkan tidak ada jalur alternatif lain sebagai antisipasi padatnya arus lalu lintas.
Untuk itu, Ia menghimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati dan waspada, sebab pada Rabu (6/3) di wilayah Lombok Barat banyak kegiatan pawai Ogoh-ogoh. "Para pengguna jalan terutama yang melewati jalur utama, agar tetap waspada supaya tidak terjadi kecelakaan yang tidak kita inginkan," Himbaunya. (Eka)


0Komentar