Emak emak relawan Garuda Emas mendatangi Polda NTB lantaran tidak memberikan izin acara talkshow yang akan di sampaikan oleh Rocky Gerung dan Haekal Hasan di Senggigi, Sabtu (9/3) besok
Mataram (postkotantb.com)- Menyusul Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat yang tidak kunjung memberikan izin acara talk show Rocky Gerung dan Haikal Hasan, puluhan emak emak yang tergabung dalam relawan Garuda Emas menggeruduk kantor Polda NTB, Jum'at sore (8/3).

Kedatangan puluhan emak emak tersebut mempertanyakan alasan Polda NTB yang tidak memberikan izin acara talk show Rocky Gerung Dan Ustad Haikal Hasan yang rencananya akan di gelar di Hotel Aruna Senggigi, Sabtu 9 Maret 2019 besok.

Sri Suhada salah satu relawan emak emak mempertanyakan netralitas kepolisian pada pilpres 2019. Menurutnya semestinya kepolisian bersikap netral dan tidak memihak capres manapun. Dengan tidak di berikan izin ini para relawan ini menuding Polda NTB tidak netral dan memihak salah satu paslon capres. 

"Polisi ini milik rakyat bukan penguasa, harus netral, karena tugasnya mengayomi dan melindungi masyarakat", pungkas Sri suhada, di hadapan petugas kepolisian.

Sementara itu, ketua Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia APII NTB yang juga kepala dusun Kerandangan Mastur mengatakan, acara talkshow yang rencanaya akan di gelar di Hotel Aruna Senggigi mendapat dukungan dari pelaku wisata, bahkan ujar Mastur masyarakat sekitar juga tidak ada yang menolak kegiatan tersebut.

"Jangan rusak citra Senggigi, karena kondisi pariwisata Senggigi pasca gempa bumi lesu, Okupansi perhotelan masih di bawah 10 persen. Ini terlepas dari dukung mendukung salah satu paslon. Dengan kedatangan rombongan kedua tokoh itu, sedikit tidak memberikan rizki bagi pengusaha hotel maupun masyarakat sekita", jelasnya kepada awak media.

Iapun menyayangkan sikap kepolisian yang berbelit belit terkait ijin kehadiran Rocky Gerung dan Ustaz Haekal Hasan.

"Panitia sudah minta ijin ke kami, semua Kepala Dusun dan tokoh masyarakat Senggigi sudah sanggup menerima mereka (Red.RG dan Babe Haekal) dan siap bertanggung jawab, jangan di pimpong!", Sesalnya.

Sementara Kabid Humas Polda NTB AKBP Budi Purnama menyatakan tidak di keluarkannya izin untuk acara talkshow tersebut karena belum ada rekomendasi dari kepala desa Senggigi, selain itu kegiatan dua tokoh nasional tersebut riskan menimbulkan polemik.

"Jadi syarat pengajuan izin belum lengkap, selain itu pertimbangan keamanan juga menjadi dasar kami tidak mengeluarkan izin karena dua tokoh ini di kenal kontroversi," pungkasya.(RZ)