Friday, September 6, 2019

Bukit Batu Kelambu, Wisata Negeri Diatas Awan

Pemandangan di atas bukit Batu Kelambu. Lokasi wisata yang menyedot pengunjung ini dinamakan “Negeri Diatas Awan” Ala Desa Giri Sasak.
Lombok Barat (postkotantb.com)- Lokasi wisata baru di Lombok Barat terus bermunculan. Baru-baru ini,  salah satu lokasi wisata Bukit Batu Kelambu yang ada di Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan viral dia media sosial sehingga menyedot banyak pengunjung. Hingga saat ini ada 800 lebih pengunjung yang datang menikmati indahnya alam pegunungan, lembah serta jalur tracking di lokasi wisata yang dibuka secara swadaya oleh warga setempat.

Keunikan yang dimiliki kawasan ini, pengunjung bisa merasakan sensasi diatas bukit seperti di negeri diatas awan. Lokasi wisata ini pun dinamakan oleh pengunjung, “Negeri Diatas Awan”, ala Desa Giri Sasak. Keunikan ini pun mengundang penasaran dari pengunjung baik lokal bahkan mancanegara.

Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan, pembenahan lokasi wisata ini dilakukan swadaya oleh pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis desa setempat. Para pemuda mulai merintis dengan membersihkan dan membuat jaan setaak menuju atas bukit.  “Sejak enam bulan lalu lokasi wisata ini driintis oleh pemuda pokdarwis kami, tanpa memikirkan upah tai mereka memikirkan kedepan,”jelas dia.

Keunikan yang menarik bagi pengunjung kata dia, di lokasi ini para pengunjung bisa mencari ketenangan karena kondisi diatas bukit yang sepi dan tenang. Yang luar biasa kata dia pemandangan pada malam hari, terlihat hamparan awan disekililing dari atas bukit. Kemudian menengok ke bagian bawah, terlihat lampu –lampu rumah warga seperti bintang dari kejauhan. “Kalau malam dan pagi hari sangat luar biasa, makanya disebut lokasi ini negeri diatas awan,”jelasnya.

Luas lahan yang ada di lokasi puncak bukit itu sekitar 1 hektar, lokasi ini dipakai pengunjung untuk camping dan membuat tenda tempat menginap.

Rencana kedepan, pihaknya akan menyiapkan wahana memanah sambil berkuda di lokasi ini. Karena dilokasi ini ada lahan yang potesial dijadikan wahana memanah dan berkuda karena kondisi lahannya datar (tanah lapang). Untuk fasilitas pendukung kata dia, pihaknya akan menyiapkan kamar mandi dan WC sederhana dulu, sebab ia ingin agar lokasi imi tetap alami. Untuk mendukung fasilitas dasar di lokasi itu, pihaknya berharap ada bantuan pemda agar membangun.

Lokasi wisata ini sendiri berada sekitar 1,5 kilometer dari pusat ibu Kota Giri Menang Gerung. Untuk ke lokasi ini pengunjung bisa hanya bisa melalui satu pintu masuk di Dusun Perendekan Selatan. Pintu masuk ini berjarak sekitar 250 meter dar jalan besar. Para tamu melintasi jalur pendakian yang masih jalan setapak dengan jarak tempuh hingga ke lokasi puncak sekitar 1000 meter. Waktu tempuh 25-30 menit. Tiba di pintu masuk ini sudah ada pengurus Pokdarwis yang menghendel tempat pendaftaran para tamu. Sebelum naik, semua barang bawaan tamu dicatat dan diberikan tas plastik untuk membawa sampah.

Menurut dia cara ini sangat berdampak positif terhadap kebersihan, sebab secara tidak langsung mengajarkan kepada warga agar tetap menjaga kebersihan. Pengunjung juga diberitahu tata tertib, dilarang melakukan tindakan asusila. Bahkan pihaknya sudah membuat aturan (awik-awik) kalau ada yang berbuat asusila akan diarak dari atas bukit ke bawah tanpa busana. “Respon dari pengunjung pun luar biasa terkait awik-awik ini,”jelasnya.

Untuk mengawasi para tamu selama di lokasi, pihaknya menyiapkan satu orang pemadu disetiap kelompok tamu. Untuk kebutuhan air dan konsumsi bagi para tamu, pihaknya menyiapkan di lokasi. Para tamu dsiapkan menu makanan yang ingin dpesan. “Tamu yang mau bakar ayam, disiapkan ayam. Yang spesial ubi bendem itu enak sekali dan disukai pengunjung,”ujarnya. (Eka)

No comments:

Post a Comment