-->

Satu Tahun Zul-Rohmi Genjot Infrastruktur Tekan Disparitas Antar Dua Pulau

, Thursday, September 19, 2019 WIB Last Updated 2019-09-19T07:51:23Z
Pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Sumbawa menjadi perioritas, perhatian lebih ke Pulau Sumbawa selain kemantapan jalan yang baru mencapai 70 persen juga untuk mengurangi disparitas pembangunan antara Lombok dan Sumbawa
Foto/ Bisnis Nusa Tenggara
Mataram (postkotantb.com)- Salah satu dari enam program unggulan pemerintahan Zul-Rohmi adalah infrastruktur. Pembangunan akses jalan, bendungan serta fasilitas publik menjadi program perioritas yang harus di laksanakan. 

Satu tahun pemerintahan Zul-Rohmi pembangunan infrastruktur khususnya jalan sudah mulai di rancang. Beberapa jalur stategis serta interkoneksi daerah juga mulai memasuki tahapan feasibility studies serta pembebasan lahan. 

Pembangunan akses jalan terbagi menjadi dua yakni pembangunan, perbaikan serta pemeliharaan jalan di Sumbawa serta di Lombok. Untuk menunjang pembangunan infrastruktur Pemprov NTB menggelontorkan anggaran hingga ratusan milyar rupiah. 

Dana ini belum termasuk anggaran dari pemerintah pusat dimana Kementerian PU melalui Satuan Nasional Vertikal Tertentu (SNVT) Balai Jalan Nasional Wilayah Sembilan juga menganggarkan untuk pembangunan jalan di jalur stategis seperti pembangunan 17 Kilometer jalan dari BIL sampai Mandalika untuk persiapan perhelatan Moto GP. 

Khusus jalur ini menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB Ir. H. Azhar akan di bangun jalan enam lajur. Pembangunan jalan dari BIL ke Mandalika ini akan di mulai pada tahun 2020. Adapun anggaran yang di persiapkan untuk pembangunan jalan dan pembebasan lahan mencapai 1,3 Triliiun.

Azhar menjelaskan upaya pembebasan tanah yang masih bermasalah juga akan segera di tuntaskan. Bahkan biaya untuk pembebasan tanah telah di siapkan oleh Balai Jalan Nasional (BJN) dengan alokasi anggaran mencapai 147 Milyar dan pembebasan tanah ini di targetkan tuntas hingga bulan Desember tahun ini.

"Tahun 2020 harus sudah di mulai pembangunan konstruksi sehingga tahun 2021 sudah siap di gunakan," jelas Azhar. 

Adapun panjang jalan yang akan di bangun dari BIL ke Mandalika sepanjang 17 Kilometer dengan lebar 50 meter dengan 4 jalur dan 16 lajur.

Sementara pembangunan jalan di Pulau Sumbawa akan di laksanakan dengan pola multiyears dengan durasi waktu selama tiga tahun. Adapun anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Lombok dan Sumbawa totalnya mencapai 750 Milyar dari total 1 Triliun yang di ajukan eksekutif. Namun dari total anggaran ini 75 persen akan di peruntukan untuk pembangunan jalan di Pulau Sumbawa dan sisanya untuk pembangunan jalan di Lombok. 

Azhar yang di temui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu mengatakan, Pulau Sumbawa menjadi perioritas pembangunan jalan karena terjadinya penurunan kualitas jalan yang mencapai 1,4 persen pertahun.  Sementara anggaran pemeliharaan untuk jalan provinsi tidak begitu besar. Namun pada tahun 2020 Pemprov NTB mendapatkan dana hibah pemeliharaan jalan dari Australia melalui program Prim. 

Azhar mengatakan pembangunan jalan di Sumbawa tidak menyeluruh pembangunan ulang atau rekonstruksi. Beberapa ruas merupakan pemeliharaan rutin dan lainnya adalah peningkatan. 

"Jadi tidak semua rekon ya, ada peningkatan dan pemeliharaan rutin, jalan yang masih mantap kita pelihara, karena setiap tahun kita mengalami penurunan kondisi jalan sebesar 1,4 persen pertahun, kita berharap nanti kondisi jalan khususnya ruas jalan provinsi benar benar mantap secara keseluruhan," ujarnya.

Adapun ruas jalan yang akan di bangun di Pulau Sumbawa mulai dari Tetar-Lunyuk, Palpat  Lenanguar-Lunyuk, Sumbawa Besar-Batu Dulang, Simpang Negara-Pekat Dompu, Bajo-Kiwu, Hu'u Lere-Parado, Wera, Tawali-Sape Bima.

Tinggi nya anggaran untuk pembangunan infrstruktur jalan di Pulau Sumbawa khususnya ruas jalan provinsi karena tingkat kemantapan jalan di Pulau Sumbawa masih mencapai 70 persen(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini