Tuesday, September 17, 2019

Sukseskan Zero Waste, Wagub Gandeng Komunitas Lingkungan Hidup dan Influencer


Mataram (postkotantb.com)- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menggelar pertemuan bertajuk “Temu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Meningkatkan Sinergi & Kemitraan Pemerintah Dengan Komunitas Lingkungan Hidup dan Influencer” di Pendopo Wakil Gubernur NTB, Selasa (17/9).

Wagub yang terlihat sangat anggun mengenakan jilbab dan baju yang berwarna senada, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya, kepada para peserta yang tampak bersemangat mengikuti pertemuan tersebut. “Saya sangat berbahagia, dapat bertemu dengan bapak/ibu semua, banyak dari bapak/ibu yang sudah pernah ketemu dengan saya dan sekarang kita berkumpul lagi di sini, dengan frekuensi yang sama,” tutur Wagub.

Wagub menilai bahwa satu pemikiran atau pemahaman dengan peserta dirasa sangat penting. Sehingga akan terbangun sinergi yang baik, dan akan mempermudah eksekusi penanganan sampah di lapangan nantinya.

Lanjut Wagub, Provinsi, Kabupaten dan yang terpenting adalah masyarakat, haruslah bersinergi dengan kokoh. “Kita semua yang satu frekuensi tentang sampah ini, kita harus berjuang supaya sampah, bukan menjadi penyakit, bukan menjadi musibah, tetapi menjadi sumberdaya,” terang Wagub.

Tidak hanya itu, Wagub juga menyampaikan optimismenya dalam penanganan sampah di NTB dapat terselesaikan dalam 5 tahun. “Saya optimis dan kita harus optimis, optimis kita bisa 2023, 70% penanganan 30% pengurangan,” lanjut Wagub. Edukasi harus terus dilakukan, sehingga pemahaman kepada masyarakat akan tumbuh baik.

Sementara itu, Ir. Madani Mukarom, B. Sc.F, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyampaikan salah satu progresnya terkait Zero Waste, yang secara umum telah diselesaikannya, yakni Perda No. 5 tahun 2019 tentang pengolahan sampah di Nusa Tenggara Barat.
Madani juga menyampaikan impiannya bahwa dengan sampah banyak permasalahan dapat teratasi di masyarakat.

“Kedepan impian kami, pembayaran SPP SD, SMP, hingga perguruan tinggi dari sampah, begitu juga ibu-ibu pengajian dan posyandu bayar obatnya pakai sampah, Bapak-Bapak jamaah masjid, iuran masjid pakai sampah,” harap Ir. Madani.

Lanjutnya, edukasi akan terus menerus dilakukan, agar pemanfaatan pengolahan sampah dapat terpenuhi dan juga akan melibatkan teknologi-teknologi dalam perwujudannya.

Wagub lalu mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi. “Kita bisa berdialog, dan nanti akan dipandu, supaya ada dua arah, mungkin ada ide yang ingin disampaikan. Kami Zul-Rohmi terbuka, untuk semua masukan-masukan. Karena kami ada, untuk kita bersama-sama menyelesaikan masalah di NTB ini,” ujar Wagub.

Komunitas dari berbagai kalangan tersebut, sangat bersemangat dan antusias menyampaikan masukan-masukan serta membagi pengalamannya terkait zero waste.

Tidak hanya itu, mereka juga mengutarakan kesiapannya bersinergi bersama pemerintah, untuk bersama-sama menggaungkan serta bergerak dalam penuntasan sampah di NTB.

Di penghujung acara, Wagub menyampaikan bahwa semua membutuhkan proses. Terlebih dalam menyukseskan Zero Waste dan tentunya dalam proses tersebut dibutuhkannya kesabaran, ketekunan dan sinergi dari berbagai pihak. (RZ)

No comments:

Post a Comment