-->

Bencana Kekeringan, Warga Sesela Gelar Sholat Istisqa

, Sunday, October 13, 2019 WIB Last Updated 2019-10-13T10:21:21Z
Ratusan warga Sesela dipimpin TGH Munajib Kholid menggelar solat Istisqa’ atau solat sunat meminta hujan di halaman Pasar Seni

Lombok Barat (postkotantb.com)- Warga Desa Sesela Kecamatan Gunungsari menggelar Solat Sunat Istisqa' (solat meminta hujan). Solat sunat ini digelar menyusul musim kemarau panjang yang melanda daerah Lombok-NTB pada umumnya, dan Lombok Barat khususnya, sehingga mengakibatkan bencana kekeringan meluas di daerah ini.

Bencana kekeringan hingga kini meluas di delapan kecamatan, diantaranya Sekotong, Lembar, Kuripan, Gerung, Kuripan, Gunungsari, Batulayar, Lingsar dan Narmada. Jumlah warga yang terdampak mencapai puluhan ribu jiwa. Warga mendokan agar segera turun hujan agar kondisi kekeringan ini berakhir, mengingat dampaknya yang begitu parah dirasakan masyakarat Lobar.

Warga menggelar solat Sunat Istisqa' di halaman Pasar Seni Desa Sesela. Warga yang terdiri dari orang tua, dewasa dan anak-anak sudah berkumpul sejak pagi hari. Solat sunat pun dimulai dengan diimami TGH Munajib kholid. Ikut hadir, Kapolres Mataram, AKBP H. Saiful Alam, SH, SIK, MH selaku inisiator kegiatan ini, tuan guru, tokoh masyarakat, anggota kepolisian dan TNI. 

Dalam ceramah singkatnya, TGH. Munajib menyampaikan bahwa, dampak kekeringan yang saat ini melanda daerah ini adalah bentuk tantangan dan ujian dari Allah agar manusia memperbaiki serta mawas diri atas kesalahan dan kekeliruan yang belum termapuni.

“Maka Allah dengan sangat baik menegur kita lewat cuaca begitu panas, ekstrime dan terjadi kekeringan. Dan kita ternyata tertantang juga jiwa jawab tantangan Allah dengan mendekatkan diri kepadaNya, lewat solat sunas Istisqa’,”jelas TGH Munajib.

Ulama kharismatik asal Sesela ini berharap agar apa yang dilakukan warga dikabulkan Allah. Kemudian segera turun hujan, sehingga bencana kekeringan yang melanda daerah ini bisa berakhir. Masyarakat yang krisis air, tanaman yang gagal panen akibat kekeringan bisa teratasi. Sehingga dengan begitu perekonomian warga pulih. Sebab sering kali faktor keamanan sering kali disebabkan salah satunya karena kurang makan dan minum atau urusan perut. Salah satu yang menjadi penyebab kesulitan saat ini adalah tidak ada turun hujan, sehingga terjadi kekeringan yang mengakibatkan gagal panen dan krisir air bersih.

Ia berharap agar solat sunat Istisqa’ bisa diadakan oleh Pemda.  Sebab dulu pernah diadakan provinsi ketika Gubernur NTB dijabat TGB Zainul Majdi. Beberapa hari kemudian, hujan pun turun. Kapolres Mataram mengatakan terkait kegiatan ini digelar setelah melalui analisa dan evaluasi baik untuk kegiatan kamtibmas maupun sifatnya krimimal. Sehingga pada saat Anev, ia menyampaikan beberapa kendala-kendala di lapangan dampak dari kekeringan ini.

“Termasuk ada peningkatan-peningkatan, apabila situasi masyarakat termasuk masalah ekonomi akan berdampak terhadap Kamtibmas sehingga kita inisiasi solat sunat istisqa’, didukung oleh ulama, TNI dan masyarakat serta perangkat desa,”Terangnya.

Selain kegiatan ini, pihaknya  juga melakukan droping air ke beberapa kecamatan, seperti gunungsari dan lingsar. Hal ini kata dia atas perintah Kapolda untuk menangani persoalan yang dialami warga.

Sementara itu Kades Sesela, H Abu Bakar mengatakan pihaknya mendukung kegiatan solat sunat ini dengan berkomunikasi dengan tuan guru, tokoh masyarakat dan semua kepala dusun. Sejauh ini di desanya ada tiga dusun yang terkena kekeringan, diantaranya Dusun Biletepung, Kebon Indah dan Cengok. Jumlah warga terdampak mencapai 2000 lebih jiwa. Beberapa warga terdampak ini secara swadaya membangun sumur bor. “2000 ribu jiwa warga kami terdampak,”ujar dia. Untuk memenuhi krisis air ini masih bisa diatasi dengan memanfaatkan sumur yang ada.

Sementara itu Kasi Logistik BPBD Lobar, H Tohri mengatakan kekeringan yang melanda Lobar meluas ke delapan kecamatan.

“Jumlah desa yang terkena 28 desa dengan jumlah warga terdampak hampir puluhan ribu,”jelasnya.

Rata-rata dalam satu desa jumlah warga yang terdampak mencapai ratusan hingga 1000 jiwa. Langkah penanganan yang dilakukan, pihaknya terus mendroping air bersih kepada warga. Dalam penyaluran air ini, pihaknya telah membagi tim yang masing-masing menangani wilayah sesuai zona, utara, tengah dan selatan.

“Kita dibantu PMI, PDAM ,Bank NTB,”Pungkasnya. (Eka)
Komentar

Tampilkan

Terkini