Fauzan Khalid: 60 Persen Lahan Bendungan Meninting Belum Tuntas Terbayarkan

, Friday, February 21, 2020 WIB Last Updated 2020-02-21T07:59:54Z
Lokasi pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi Lobar
Lombok Barat (postkotantb.com)- Pembangunan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat masih menyisakan persoalan pembebasan lahan. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menjelaskan bendungan yang dibangun diatas lahan seluas + 90 Ha yang terdiri dari 4,95 Ha kawasan hutan dan 85,5 ha non kawasan hutan, 60 persen lahannya  belum tuntas pembayarannya.

Fauzan pun mendorong agar PT Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yakni BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan yang di tunjuk untuk pembayaran lahan bendungan Meninting segera menuntaskan persoalan pembebasan lahan milik warga. Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/2) Fauzan mengatakan persoalan pembebasan lahan bisa menjadi penghambat pembangunan bendungan yang di anggarkan sebesar 1,4 Triliun Rupiah yang bersumber dari APBN tersebut.

"Saya bersama dengan BWS juga telah menekan pemerintah pusat untuk segera membayar lahan milik warga yang belum terbayarkan, karena ini bakal jadi persoalan di kemudian hari, info yang saya dapatkan 40 persen lahan milik warga sudah di bayarkan oleh PT LMAN tetapi 60 persen lahan belum tuntas terbayarkan," papar Fauzan.

Dikutip dari Suara NTB, Kabid Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengadaan BPKAD Lobar, Kartono Haryoto mengatakan pembayaran tahap I akhir tahun lalu seluas 114 bidang dengan luas 25,11 hektar lebih. Total nilai yang dibayarkan Rp 50 miliar lebih. Kebanyakan yang sudah dibayar di Desa Bukit Tinggi. “Sedangkan yang belum dibayarkan seluas 55 hektar lebih dengan jumlah bidang 268 bidang,” jelas Kartono.

Pembangunan Bendungan Meninting ditargetkan akan berakhir hingga tahun 2022. Bendungan ini nantinya akan mengairi daerah irigasi seluas 1559 Ha. Selain itu Bendungan Meninting juga akan terinterkoneksi antara saluran HLD (High Level Diversion) Jangkok Babak dan HLD Babak Renggung - Rutus (Pandanduri) yang mencakup 12 DAS Interkoneksi dan melayani daerah irigasi kurang lebih 70.000 Ha.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini