Dispar NTB Salurkan Paket Sembako untuk Ratusan Pekerja Pariwisata Terdampak Covid-19

Pembagian paket sembako untuk pekerja pariwisata terdampak Covid-19 di kantor Dinas Pariwisata NTB.

MATARAM - Sekitar 150 orang pekerja sektor pariwisata terdampak Covid-19, menerima bantuan paket Sembako yang disalurkan Dinas Pariwisata NTB bersama Politeknik Pariwisata Lombok, Senin (20/4) di kantor Dinas Pariwisata NTB, di Mataram.

Mereka terdiri dari karyawan hotel, pemandu wisata, karyawan restauran dan karyawan jasa transportasi yang terpaksa dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini merupakan salah satu strategi awal untuk menghadapi fase kedaruratan selama wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya di Provinsi NTB," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal di sela penyerahan bantuan.

Menurutnya, pemberian bantuan ini dimaksudkan sebagai stimulan untuk pelaku dan pekerja di sektor pariwisata yang langsung terkena dampak wabah Covid-19.

"Hari ini kita bersama Poltekpar Lombok menyalurkan sekitar 150 paket. Tentu ini akan terus dilakukan secara bertahap," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata NTB, hingga 20 April setidaknya tercatat lebih dari 9.500 orang pekerja di sektor pariwisata NTB yang terpaksa dirumahkan akibat pandemi.

Dispar sudah membuat strategi mitigasi mencakup tiga tahap. Salah satunya adalah tahap tanggap darurat hingga akhir Mei mendatang.

BACA JUGA: Ini Strategi Mitigasi Dinas Pariwisata NTB untuk Pariwisata yang Terdampak Pandemi Covid-19

"Dalam tahap tanggap darurat ini kita lakukan bantuan dulu untuk yang terdampak, karena pemerintah ingin hadir memberikan motivasi bagi mereka yang terdampak," katanya.

Nantinya  juga akan mengadakan pelatihan sesuai dengan profesi dan keahlian dari masing-masing pelaku dan pekerja pariwisata tersebut. Ini akan dilakukan setelah pandemi mereda, atau setidaknya mungkin dilakukan via online.

Sejumlah pelatihan itu antara lain Pelatihan Front Office, Pelatihan Food and Beverages, Pelatihan Food Production. Yang akan dilaksanakan setelah situasi dan kondisi wabah Covid-19 mereda dan kondusif.

Pembantu Direktur I Poltekpar Lombok Farid Said bersama Kadispar NTB, Lalu Moh Faozal.

Pembantu Direktur I Poltekpar Lombok, Dr Farid Said menjelaskan, kegiatan bersama Dinas Pariwisata NTB ini diharapkan bisa membantu meringankan beban para pekerja pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

"Ini sebagai dukungan untuk pekerja pariwisata terdampak. Sebab memang sebagian besar mereka dirumahkan tanpa salary, dan ada juga yang di-PHK," katanya.

Menurutnya, Poltekpar Lombok bersama Dispar tengah melakukan upaya pendataan dampak di masa tanggap darurat, untuk mengusulkan kegiatan padat karya kepariwisataan selama masa pandemi di NTB kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Saat ini yang sedang didorong adalah upaya sektor pariwisata untuk bersama terlibat dalam upaya pencegahan Covid-19, dengan melakukan bersih-bersih dan penyemprotan disintefktan.

Pemeliharaan destinasi wisata juga perlu terus dilakukan. Meski tanpa wisatawan, kebersihan objek wisata tetap harus dipelihara.

"Nah di sini, para pekerja sektor pariwisata bisa dilibatkan dengan konsep padat karya. Sehingga mereka bisa memelihara kebersihan destinasi dan mendapatkan insentif dari kegiatan tersebut. Ini sedang kita rumuskan untuk usulkan ke Kementerian," katanya.

Pembagian sembako untuk pekerja pariwisata, diapresiasi sejumlah penerima bantuan. (*)