-->

Pembangunan Rumah Layak Huni Segera di Eksekusi, Azhar Minta Fasilitator Perhatikan Kualitas Material

, Wednesday, June 17, 2020 WIB Last Updated 2020-06-17T05:13:37Z
Kadis Perkim memimpi rapat persiapan pembangunan rumah layak huni dengan fasilitator
Mataram (postkotantb.com)- Di tengah pandemi Covid 19, pengentasan kemiskinan di NTB terus berjalan. Bertempat di Aula Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Bidang Perumahan menyelenggarakan kegiatan tatap Muka dan koordinasi dengan seluruh tenaga Fasilitator Kegiatan Pembangunan Masyarakat Kurang Mampu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkim Ir. H. Azhar, MM,  Kabid Perumahan Ardhan Ryswari, ST, MM, Kasi Perumahan Swadaya Sumi Abdi, ST dan seluruh tenaga fasilitator Rumah Layak Huni Tahun 2020 yang berjumlah 34 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perkim Prov.NTB mengatakan verifikasi dan validasi calon penerima telah dilakukan oleh fasilitator selama 2 bulan ini dan mulai bulan depan akan masuk pada tahapan pembangunan.

"Kebutuhan pembangunan nantinya harus sesuai dengan RAB dan harus terkontrol dengan visual. Semua harus terdokumentasikan dengan baik dan maksimal. PHO akan dilakukan setelah pekerjaan selesai 100%," ujarnya.


Iapun meminta fasilitator untuk memperhatikan kualitas material yang di gunakan. “Klasifikasi bahan material harus diberikan perhatian khusus oleh Fasilitator agar tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan atas bahan material yang diberikan oleh penerima bantuan ," imbuhnya

“Kebutuhan harus sesuai dengan kondisi dilapangan. Jika ada penyesuaian kebutuhan, tenaga Fasilitator harus melakukan peninjauan kembali atas kebutuhan-kebutuhan tersebut. Jika ada perubahan, harus dilaporkan terlebih dahulu kepada TIM di Bidang Perumahan Swadaya ," sambung Kepala Dinas.

Sementara itu Kepala Bidang Perumahan, Ardhan Ryswari mengingatkan bahwa NPHD harus ditandatangani oleh seluruh penerima bantuan untuk menjadi bukti. Selain itu, sampai saat ini anggaran yang dialokasikan untuk Kegiatan RLH sedang digodok oleh tim.

Ardhan menambahkan bahwa upah akan diberikan setelah seluruh rumah di desa tersebut diselesaikan pembangunannya.(RZ)
Komentar

Tampilkan

Terkini