-->
  • Label

    Copyright © Pos Kota NTB
    Best Viral Premium Blogger Templates

    H.L. Saswadi Sebut, Nomor urut 5 Sebagai Simbol Kemaslahatan Umat

    , Thursday, September 24, 2020 WIB Last Updated 2020-09-24T11:49:50Z

    Penunjukan Nomor Urut 5 oleh Paslon Saswadi-Dahrun, di Hotel D-Max, Kamis (24/9)
     
    Lombok Tengah, postkotantb.com- Keberhasilan meraih Nomor urut 5 oleh Paslon Jalur Perseorangan, H. L. Saswadi dan H. Dahrun (SADAR), menggambarkan prinsip serta menoreh sejuta makna dalam memperkuat fondasi bagi kemaslahatan umat di kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Hal demikian tentunya tidak terlepas dari kejadian-kejadian nyata.

    “Nomor urut 5 ini juga masukan dari teman-teman relawan dan pendukung serta presiden independen indonesia, H. L. Ranggalawe, bahwa angka 5 ini cepat dan mudah untuk di cari dan di coblos,”ungkap Calon Bupati Loteng, H. L. Saswadi di Posko Pemenangan, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kamis (24/9).


    Dijelaskannya, rukun islam terdiri dari lima pilar. Dimana pilar-pilar tersebut, melengkapi tuntunan agama islam yakni, seorang insan dalam menjalani kehidupannya, tidak hanya berhubungan dengan Sang Maha Pencipta (Hamblum Minallah,red). Insan yang bersangkutan sudah semestinya, menjalin hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas,red).


    Di sisi lain, angka 5 tersebut mengarah kepada pengamalan pancasila. Dari seluruh sila yang tercantum sebagai pilar NKRI, sebagiannya mengarah kepada kesejahteraan sosial masyarakat. Angka 5 juga bertepatan dengan kegiatan pencabutan Nomor urut masing-masing Paslon yang digelar KPUD Loteng, Di Hotel D-Max. Jumlah setiap paslon dengan pendampingnya dibatasi Pihak KPUD Loteng, yakni sebanyak 5 orang.


    “Ini termasuk simbol islam dan simbol negara yang lengkap. Tinggal bagaimana kami mengamalkannya melalui syiar agama dengan sungguh-sungguh dan ini menjadi sinyal baik dari Allah SWT,”imbuh Saswadi.


    Secara keseluruhan, lanjutnya dia, lima pilar itu berkaitan langsung dengan visi-misi yang telah digagas, sebagai hasil dari kegiatan blusukan selama kurun waktu 2 tahun, ke setiap desa dan sampai ke sudut pemukiman dusun di Loteng. Diantaranya, terkait nasib petani. Menurut data, jumlah petani tercatat sebanyak 60 persen. Sebanyak 35 persen dari jumlah itu, dapat melakukan panen dua hingga tiga kali panen gabah per-tahun.


    Sedangkan sisanya, mengalami nasib yang memprihatinkan. Para petani, hanya berkesempatan memanen gabah sekali dalam satu tahun. Hal tersebut disebabkan, kondisi lahan pertanian yang sebagiannya tadah hujan dan sebagiannya lagi berbentuk dataran tinggi. Maka demikian, paslon SADAR memilih fokus soal ketersediaan air, dengan cara memanfaatkan bendungan yang sudah ada serta membangun beberapa embung di sejumlah lahan pertanian.


    “Kalau kita hanya mengandalkan pengeboran air saja, itu tidak mampu mengisi kekurangan kebutuhan air. Dengan banyaknya lahan yang produktif dan dapat panen dua sampai tiga kali Tentunya, kegiatan panen itu dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran,” terangnya.


    Selanjutnya soal pemberdayaan SDM. Keberadaan KEK Mandalika juga menjadi solusi untuk kesejahteraan ummat. Kedepannya, ia berupaya melatih masyarakat dan UMKM untuk mengolah makanan yang berasal dari alam, untuk dikonsumsi wisatawan baik lokal, maupun mancanegara. Selain itu, sejumlah kebijakan dan aturan untuk membatasi konsumsi makanan dari retail usaha modern akan diterbitkan agar produk lokal mendapat peluang di sektor perdagangan.


    “Namun, untuk memenangkan kontestasi Pilkada Loteng, dibutuhkan kerjasama dari sejumlah pihak salah satunya media massa. Untuk dukungan, alhamdullilah silaturahmi kami dengan tim pemenang Bapaslon Dwi-Normal terjalin dengan baik. Kami juga melakukan komusikasi dengan tim sukses Suminggah, jadi, lintas koordinasi dan komunikasinya sudah sangat cair,”tandasnya.(rin)

     

     

     

            

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini