Direktur LU Tuntut Pemda dan Pemprov Perhatikan Pelaku Wisata dan Pengusaha

Direktur Lombok Update (LU) M. Samsul Qomar

Lombok Tengah (Poskotantb).com Direktur Lombok Update (LU) M. Samsul Qomar melalui press release menuntut agar pemerintah daerah baik tingkat satu ataupun dua, untuk memperhatikan para pelaku wisata dan pengusaha, di tengah mewabah Pandemi Covid-19. Pasalnya akibat dari musibah tersebut, tidak sedikit mereka kehilangan mata pencahariannya.


"Saat ini, mereka para pelaku wisata ataupun usaha, sangat mengharapkan perhatian pemerintah, apakah itu kabupaten ataupun provinsi, sebab mereka sudah kehilangan mata pencaharian," katanya Jum'at (11/12).


Dikatakan, Pemda baik Provinsi maupun Kabupaten Kota peka terhadap kondisi para pengusaha pariwisata, sebab pihaknya melihat para pemimpin baik kabupaten kota Pemda dan provinsi, belum Peka terhadap kondisi pariwisata saat ini, padahal pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan yang paling terdampak oleh korona dan krisis ekonomi ini.


Seperti yang ia ketahui ratusan usaha pariwisata seperti hotel , restaurant dan agen travel mengalami kesulitan bahkan banyak yang tidak bisa bertahan lagi. Tidak hanya itu, ribuan orang pekerja terpaksa harus di rumahkan juga akan menjadi krisis sosial di masyarakat dengan naiknya angka pengangguran.



Dari itulah, pemimpin hendaknya segera peka untuk memberikan hibah (bantuan) kepada pelaku perusahaan pariwisata, apalagi seperti yang ia saksikan progres dan proses pembangunan sirkuit Moto GP tidak terhalang oleh pendemi bahkan sebagai skala peioritas nasional, jadi daerah juga harus mengikuti progres pusat harus tanggap dan segera menganggarkan bantuan Hibah untuk pengusaha sektor pariwisata di NTB.


"Pusat tidak pernah terhalang akibat Covid-19, sebaiknya Pemda Pemkota n pemprov, harus berkaca ke pemerintah pusat, biar mereka segera pulih dari keterpurukannya," ungkapnya.


Mantan ketua komisi 2 DPRD Loteng ini menambahkan, penting untuk menyongsong perhelatan internasional yang akan berlangsung di Daerah ini, kalau tidak maka pihaknya pastikan akan terjadi ketimpangan di proses ini.


"Bayangkan saja kita punya sirkuit moto GP tapi hotel sudah bangkrut semua restaurant tak bisa gaji pegawainya, mereka harus kita bantu untuk bertahan hidup dalam kondisi pandemi ini," ujarnya.


Sebab, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak hadir dalam situasi seperti ini, apalagi pengusaha yang ada saat ini adalah pengusahan lokal, dan pihaknya melihat di situs jual beli udah banyak hotel, restoran dan homestay yang di iklankan untuk di jual karena tak kuat beban operasional dan pemeliharaan. 


"Ayolah pemimpin dari Provinsi hingga Kabupaten kota untuk lebih peka khusus untuk sektor pariwisata kita," tutup direktur LU.(ap)