HL. Pelita Putra: Maulana Syaikh Ulama kebanggaan saya dan tak ada hubungannya dengan pergantian nama bandara

HL. Pelita Putra.

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Lombok Tengah (Loteng) 8, HL. Pelita Putra mengajak seluruh masyarakat NTB pada umumnya dan Loteng pada khususnya agar jangan mengaitkan  nama bandara dengan sosok guru besar Almarhum Al Magfurrallah TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, pahlawan nasional kebanggaan NTB.


"Maulana Syaikh itu adalah guru saya dan kebanggaan kita semua, apalagi beliau adalah satu satunya tokoh pahlawan NTB putra terbaik. Untuk itu tolong jangan kaitkan dengan perubahan nama bandara," katanya di kediamannya, Rabu (23/12).


Masalah perubahan nama bandara, ada beberapa persyaratan yang dilalui oleh pemerintah provinsi, sehingga hal itulah yang menjadi pemicu terjadinya penolakan.


"Saya rasa ada beberapa persyaratan usulan yang tidak dilakukan oleh pemerintah provinsi. Itulah yang menjadi pokok persoalan perubahan nama bandara, sehingga terjadinya penolakan," ungkapnya.



Persyaratan atau mekanisme yang tak dilalui lanjut politisi PKB, diantaranya tidak melalui pemerintah daerah Loteng, selaku pemangku wilayah tempat berdirinya bandara. Demikian pula dengan DPRD Kabupaten. 


"Dua syarat mutlak ini tidak dilalui," cetus anggota dewan provinsi dua periode ini.


Jika dua persyaratan ini dilalui, pihaknya sangat yakin, tidak akan ada kata penolakan dari masyarakat Loteng, khususnya masyarakat dilingkar bandara. "Saya rasa kita semua, akan bangga jika nama bandara adalah tokoh pahlawan," ujarnya.


Pihaknya berharap kepada pemerintah provinsi melakukan tinjauan ulang sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Sehingga hasil dari penamaan nama bandara tersebut, tidak lagi ada riak-riak kecil dan tentunya dapat diterima oleh masyarakat secara utuh.


"Saran saya, marilah kita cari solusi terbaik, agar nama bandara ini tidak lagi jadi trend," tutupnya. (ap)