PCNW Anjani Gelar Mukerja Gagas Proker Nikah Lagi

Musyawarah terselenggara rumah Wakil Ketua PCNW Anjani Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Lombok Barat (postkotantb.com) - Pengurus baru cabang Nahdlatul Wathan (PCNW) Anjani Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengadakan musyawarah kerja (Mukerja). Musyawarah diselenggarakan di rumah wakil ketua PCNW Anjani Kecamatan Lingsar di Dusun Embungpas Timur, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (20/12).


Musyawarah ini digagas oleh pengurus baru setelah pelantikan di Ponpes NW Anjani Lombok Timur tanggal 25 November 2020 lalu. Musyawarah ini turut dihadiri oleh Ketua Pengurus Daerah NW Lobar, Ust. Lalu Iqbal Murad, MA., beserta istri.


Beberapa jajaran pengurus daerah lainnya, termasuk pengurus Cabang  NW Kecamatan Lingsar, Kepala Desa Sigerongan, Kepala Dusun  Embungpas Muakkif, perwakilan Jama'ah Hizib sekaligus perwakilan muslimat.


Dalam sambutannya  Ketua PDNW Lobar,
Ust. Lalu Iqbal Murad, MA., menyampaikan, musyawarah ini bertujuan merancang program kerja (Proker) selama kurun waktu lima tahun. Dalam perancangannya nanti, dia meminta agar para pengurus lebih mengedepankan tujuan-tujuan besar.


"Kita belakangi perasaan dalam berorganisasi ini, karena dalam dinamika berorganisasi ada hal-hal yang kita tidak setujui secara pribadi tetapi mayoritas menginginkannya," ujarnya.


Dalam kesempatan ini, Iqbal menyampaikan apresiasi atas peningkatan progres kinerja PCNW Lingsar sehingga akan berdampak positif pada kinerja pengurus cabang yang ada di daerah, wilayah dan pusat.


Para peserta musyawarah mendokumentasikan pertemuan.


"Ketika semua struktur bekerja secara maksimal maka akan menjamin dan mewujudkan visi-misi organisasi Nahdlatul Wathan."imbuhnya.


Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darul Mustapa Desa Keru, Kecamatan Narmada mengingatkan pentingnya shalat malam, sebagai syarat untuk orang-orang shalih sebagaimana yang dilakukan oleh pendiri NW, Almagfurulah Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid.


Dalam musyawarah ini, masing-masing divisi menyusun rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang. Setelah mendengarkan hasil usulan program dari masing -masing divisi. Antara lain, membentuk yayasan pendidikan NW di atas tanah hibah seluas 10 are dari Ustadz Mahudin.


Namun ada satu program usulan yang terkesan kontroversial dan menyebabkan timbulnya dinamika dalam musyawarah. Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua PCNW Lingsar, Dian Siswadi. Program itu diusulkan bukan tanpa dasar mengingat ada dua pengurus inti yang saat ini berstatus duda.


"Acara pernikahan  senior kita nanti adalah gawe kita bersama. Kita bantu mereka mulai dari mencarikan jodoh yang baik (ma' hadah,red). Dan membantu pelaksanaan acaranya," jelas Dian.


Penolakan muncul dari perwakilan muslimat. Perwakilan kaum hawa ini khawatir program tersebut akan berpengaruh terhadap suami mereka. Lebih baik rencana tersebut menjadi program pribadi, bukan program pengurus. Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan hasil musyawarah dan ditutup oleh anggota Pengurus Daerah Kab.Lombok Barat.(rin)