Alumni Beasiswa NTB gelar Pelatihan Food and Beverage Gratis bagi Pekerja Pariwisata di Senggigi

Alumni Beasiswa NTB Usai Pelatihan Food and Beverage Gratis di Senggigi

Lombok Barat (postkotantb.com)-Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Pulau Lombok merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia dengan banyaknya pilihan destinasi yang ada, baik wisata alam, budaya hingga wisata kuliner. 

Sektor pariwisata juga menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah yang cukup signifikan. Namun dengan pandemi Covid-19, Sektor pariwisata menjadi sektor yang terkena dampak paling parah. Ribuan pekerja pariwisata terpaksa dirumahkan.  Begitu juga pelaku pariwisata harus banting stir untuk bertahan di hebatnya bencana covid-19 ini. 

Blue Team Alumni Development Program 2021 merupakan bagian dari para penerima Beasiswa NTB, yang diketuai oleh Kinanti Rizsa Sabilla yang baru saja menyekesaikan program masternya di salah satu Perguruan Tinggi ternama di Malaysia, dan Dani Wijaya selaku sekretaris berupaya membuat sebuah pelatihan gratis di bidang Food and Beverage berdasarkan salah satu hasil analisa permasalahan yang mereka temui dan cukup urgensi. 

Kinanti yang meruapakan putri pertama dari bapak Ir.Rizaluddin Akbar dan Ambar Suradi.SE menjelaskan pelatihan tersebut sebagai upaya kepedulian terhadap pekerja pariwisata yang dirumahkan dan kini mengalami kesulitan ekonomi serta belum memiliki pekerjaan baru yang tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

"Hingga saat ini, yang dapat mereka lakukan hanya bergantung dari memanfaatkan sumberdaya dan skill seadanya. Meski demikian, mereka tetap mengeluhkan bahwa penghasilan yang didapatkan belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Kinanti.

Kurangnya modal yang dimiliki untuk memulai atau mengembangkan usaha menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Selain itu, mereka juga mengakui bahwa kurangnya skill dan knowledge untuk melakukan promosi ataupun pengembangan usaha. 

Adapun usaha yang ingin atau telah mereka lakukan adalah usaha makanan atau minuman rumahan yang mudah untuk dibuat serta dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar, seperti buah-buahan atau komoditi lainnya. Mereka berharap setidaknya ada bantuan untuk membantu kondisi mereka saati ni. 

Blue Team alumni beasiswa NTB yang tergabung dalam Alumni Development Program 2021 menggelar pelatihan gratis bagi beberapa karyawan atau praktisi pariwisata yang dirumahkan karena pandemik Covid-19 di kawasan Senggigi. Di mana nantinya, hasil dari pelatihan ini akan membantu mereka untuk membuka peluang bisnis baru.

Kinanti memaparkan Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk pembekalan teori secara tatap muka dan praktek secara langsung tentang pengolahan produk F&B dari komoditi yang berada di Senggigi pada khususnya dan Lombok pada umumnya. Di mana selama masa pelatihan berlangsung, tetap memperhatikan dan mengikuti protocol kesehatan yang telah ditetapkan. 

 

Adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 10 orang dan beberapa orang tamu undangan. Materi yang disampaikan berupa penjelasan mengenai komoditi atau bahan baku yang digunakan dalam pengolahan produk. Adapun komoditi tersebut berupa Jahe Merah, Gula Aren dan Serai. narasumber memaparkan khasiat dari setiap bahan baku yang digunakan dan nilai tambah yang dapat diberikan.

Produk yang dihasilkan berupa minuman instan dengan bahan dasar jahe merah, gula aren dan serai dengan beberapa bahan rempah  lainnya yang telah menjadi bubuk dan dicampurkan menjadi satu ke dalam sebuah kemasan. 

Produk instan ini sendiri merupakan produk tanpa air dalam pengemasannya. Produk ini memiliki beberapa manfaat seperti mempermudah penyimpanan, peningkatan mutu, mempermudah penyiapan dan konsumsi. Syarat bahan rempah atau bumbu yang baik untuk dibuat instan adalah aglomerat atau granul mudah larut dan didispersikan dalam media air, bahan hidrofobik, mudah terdispersi air.

Kinanti berharap dengan pelatihan ini setidaknya mampu mengembangkan ide dan kemampuan para pelaku pariwisata dalam meracik minuman atau membuat minuman dengan bahan alami dan mudah di dapatkan. 

"Kami berusaha membantu dengan kemampuan yang kami miliki, semoga transper pengetahuan ini dapat membantu mereka yang kesulitan dalam mengembangkan usahanya," pungkas Kinanti Rizsa Sabilla.S.IP.MPM (RZ)