Tuding Panitia Musorcab Tak Profesional, Belasan Cabor Walk Out

TERPILIH: Sejumlah kandidat di gembar gembor bakal mencalonkan diri, ternyata tidak ada yang mendaftar. Akhirnya M. Samsul Qomar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Loteng Periode 2021-2025

Lombok Tengah (postkotantb.com)- Penghelatan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorcab), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah (Loteng) berlangsung panas. Pasalnya dari 29 Cabang Olahraga (Cabor), terdapat 17 Cabor melayangkan banyak kritikan terhadap tim panitia.

Cabor tersebut mengklaim, panitia penyelenggara musorcab tidak profesional dan memilih Walk Out. Kendati demikian, musyawarah tetap dilanjutkan oleh panitia. Dikonfirmasi, Ketua Panitia Musorcab, Yuli Harhari mengaku, pelaksanaan musyawarah hingga proses pemilihan Ketua KONI Loteng sudah sesuai AD ART.

"Kita sudah laksanakan tugas sesuai dengan AD ART. Persoalan ada yang Walk Out, itu urusan cabor yang tidak bisa kami larang," ungkapnya saat Musorkab, Kamis (25/03).

Menurutnya, aksi Walk Out tidak berpengaruh terhadap tugas panitia. Karena masing-masing cabor telah memenuhi persyaratan dan diberikan hak suara. Sebelumnya, sejumlah kandidat yang dikhabarkan maju sebagai ketua KONI periode 2021- 2025, ternyata tidak ada yang mendaftar. Terkecuali M. Samsul Qomar dan akhirnya terpilih secara aklamasi.

"Hanya satu orang yang mendaftarkan diri sebagai ketua KONI maka kami nyatakan secara aklamasi saudara M Samsul Qomar sebagai ketua Umum KONI Loteng," terang Yuli.

Sementara itu, ketua terpilih M. Samsul Qomar, menyampaikan terima kasih kepada para peserta musorkab yang telah mempercayakan dirinya, sebagai ketua KONI Loteng. Dia berkomitmen akan menjalankan setiap amanah, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Insha Allah amanah dan kepercayaan ini akan saya emban," ujarnya.

Dalam pelaksanaan tugas, dia akan mengajak seluruh cabor beserta para pengurus inti untuk membahas metode serta cara memajukan olah raga di kabupaten tersebut.

"Musyawarah dan mufakat adalah kunci sukses, dan itu tetap kami kedepankan, demi olahraga kita jaya," imbuhnya.

Di sisi lain diakui dia, kekisruhan yang terjadi di tengah proses musyawarah, merupakan dinamika yang biasa terjadi. Karenanya, dia mengajak seluruh pihak untuk kembali berkumpul demi memperjuangkan prestasi KONI Loteng.

"Perbedaan dan persamaan, itulah dinamika demokrasi. tapi inilah jalan menuju kemajuan. Kepengurusan yang akan di bentuk akan betul-betul baru dan fresh, sesuai komitmen awal. Kita akan menjadikan pengurus KONI yang baru dan fokus dalam bidang olahraga bukan hanya gagah gagahan ada namanya tapi orangnya tidak serius," bebernya.

"Pak Hatibi, Pak Candra dan lainnya adalah aset daerah. kita akan rangkul dan ajak memajukan olahraga karena niatan kita bersama adalah kemajuan olahraga semata bukan niatan yang lain," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, Samsul Qomar meminta formatur agar segera menghubungi cabor-cabor yang lain untuk kembali diakomodir.

"Dua sampai tiga hari ke depan Formatur akan menyerahkan usulan kepengurusannya ke KONI Provinsi. Insha Allah setelah fix semua, kita serahkan hasilnya dan saya yakin provinsi akan mengesahkan kepengurusan koni Loteng dalam waktu dekat," tutupnya. (AP)