NW dan NWDI Ibarat Baghdad dan Cordova


 Oleh Habib Ziadi Tahir (pengasuh Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya.

Organisasi keumatan terbesar di NTB, yakni Nahdlatul Wathan (NW), akhirnya sepakat berdamai, dengan lahirnya NW dibawah kepemimpinan RTGB, yang berpusat di Anjani dan NWDI di bawah pimpinan TGB, berpusat di Pancor Lombok Timur.

Dalam tulisannya menyebutkan, Belajar dari sejarah Imperium Islam, dahulu ada dua kutub kekhilafahan Islam dalam waktu bersamaan yaitu di Daulah Abbasiyah (750-1258 M) di Timur dengan ibu kotanya Baghdad dan Daulah Umayyah Andalusia  (756-1031M) di Barat ibukotanya Cordova. 

Penguasa keduanya menyebut dirinya sebagai AMIRUL MUKMININ. Padahal dari qaidah  atau petunjuk Nabi Saw "Jika didapati ada dua orang imam, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya." (HR Muslim). Harusnya tidak ada Amirul Mukminin yang kedua di Andalusia.

Namun, ajaib dan uniknya dua kekhilafahan itu saling berfastabiqul khairat bahkan saling mengisi.

Dimana wilayah kekuasaan di barat tidak diganggu oleh yang Timur. Para ulama yang di barat bermigrasi dan berbagi ilmu ke Timur begitu sebaliknya.

Sedangkan berbicara Mazhab, Mazhab di Barat memakai mazhab  imam yang empat, notabenenya produk Timur.

Kitab kitab masterpiece ulama Timur dibedah dan dikaji bahkan diadopsi di Barat dan sebaliknya.

Belajar dari hal tersebut diatas lanjut pengajar Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah ini, spirit tasamuh dan Ta'ayush dalam historis Islam ini perlu digelorakan dalam fenomena NW dan NWDI, sesuai yang terjadi saat ini.

Padahal konsekuensi dualisme Amirul Mukminin lebih berat dan ada nashnya ketimbang dualisme Amirun Nahdliyyin. Tugas para alim ulama mempererat (tausiq), upaya pendekatan(taqrib) memperkuat (taukid), saling silaturahim (tarahum), saling menopang (takaful), dan saling mengapresiasi/menghargai (tasamuh).

"Ini adalah warisan salafunassaleh," Terangnya

Ia menjelaskan, Imam Al Qurtubi di Barat kitabnya dikaji di Timur

Imam Ibnu Rusyd di Barat bermazhab dengan mazhab Maliki di Timur, Kitab Alfiah Ibnu Malik karya Barat dihafal penuntut ilmu di Timur.

Selanjutnya, Imam imam tersebut, berbaiat kepadadl para Amirul Mukminin di Barat, tapi ulama ulama yang berbaiat dan berkibat ke Bagdad di Timur tidak mempersoalkan itu.

"Pada intinya, Islahnya NW, harus dilakukan dengan cara pendekatan (taqrib), sesuai yang diadopsi Zaman sejarah Daulah Abasyiah dan Umayyah, demi kebaikan ummat,"


Redaksi tidak bertanggung jawab terhadap tulisan ini