Merajut Ukhuwah dan Kerukunan Umat, Pemkot Mataram Selenggarakan Isra Mi'raj

Peringatan Isra Mikraj di Aula Wali Kota Mataram

Mataram (postkotantb) - Memperingati peristiwa bersejarah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kota Mataram menyelenggarakan acara peringatan Isra Mi'raj. Acara ini mengusung tema Merajut Ukuwah dan Kerukunan Umat.

Acara yang diselenggarakan di Aual Pandopo Walikota Mataram, Jumat (12/3), dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, Sekretaris Daerah (Sekda) beserta jajaran Asisten Sekda Kota Mataram, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kota Mataram. Selain itu, hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mataram dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menuturkan, peristiwa Isra Mi'raj, sebagai suatu peristiwa bersejarah yang tidak hanya diperingati secara seremonial. Melainkan dimaknai secara substansi. Karena peristiwa Isra Mi'raj menyimpan banyak hikmah. Antara lain, mendorong semangat bekerja, tetap optimis, selalu produktif dan tidak mempersulit keadaan.

"Mengutip pernyataan salah seorang tokoh yang mengajarkan hidup sederhana, tidak ruet, yang penting jangan berbuat maksiat dan selalu bermanfaat untuk orang lain,"tuturnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Mataram TGH. Mujiburrahman memaparkan, peristiwa Isra Mikraj merupakam Kebanggan umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, ketika Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Musa AS, di langit ke enam. Pada peristiwa tersebut, Nabi Musa AS menyebut, kebanyakan penghuni surga berasal dari umat Nabi Muhammad SAW.

"Dalam sebuah riwayat dijelaskan 2/3 dari jumlah penguni surga adalah umat Islam. Riwayat lain juga menjelaskan jumlah penguni surga mencapai 120 saf, dari 120 saf tersebut 80 saf merupakan umat agama islam dan 40 saf sisanya berasal dari umat nabi yang lain," sebutnya.

“Kebanggan ini harus dijaga, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, jangan sampai karena suatau dan lain hal kita menjauh dari Allah,” sambungnya.

Hikmah lain dalam peringatan ini, umat Islam ditekankan menjaga kualitas shalat. Shalat yang baik adalah shalat yang tidak bolong, memenuhi rukun shalat dan selalu menjaga adab shalat, sesuai ketentuan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, shalat dapat meningkatkan optimisme dalam bekerja. Sikap optimis ini sangat penting terlebih dengan kondisi refocusing anggaran yang terjadi di pemerintah Kota Mataram.

“Sikap mengeluh harus diakhiri dan melakukan hal-hal kecil yang membawa manfaat untuk perbaikan dan kebaikan," tutupnya. (HYN)