Pupuk Langka, Harga Melonjak

Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Barat, Nauvar Furqony Farinduan

Mataram (postkotantb.com)- Anggota Komisi IV DPRD NTB, Fraksi Gerindra, Nauvar Furqony Farinduan, mengatakan, berdasarkan hasil reses pada sepuluh titik di Lobar yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, disimpulkan dua persoalan mendasar masyarakat. Salah satu diantaranya soal kelangkaan pupuk.

"Pupuk ini menjadi langka tidak hanya sekedar tidak adanya pupuk. harganya juga bisa dua kali lipat. Saya selaku pimpinan partai dan kebetulan sekretaris partai saya adalah ketua KTNA, kelompok tani dan nelayan," ungkapnya, Senin (15/3).

Diakui dia, pada waktu tertentu, pupuk di Daerah itu mengalami lonjakan harga. Nilainya juga tidak sebanding dengan harga gabah di musim panen. Sehingga menambah beban para petani. "Kasihan petani kita. Pertama, harga pupuk mahal, kedua mereka dihadapkan pada potensi gagal panen dan ketiga, kalaupun panen berhasil harga beras tidak naik," keluhnya.

Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut lanjut Farin, dibutuhkan intervensi Gubernur NTB. Karena, secara profesional dan proporsional, Gubernur berkewenangan dalam menentukan alur Perusahaan bidang distribusi pupuk.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Lobar untuk membahas masalah pupuk. Farin meminta dewan Lobar untuk memberi dukungan terhadap para petani agar keluhannya segera terakomodir.

"Harapan saya, keluhan petani dapat dinaikkan ke atas. Itulah langkah langkah formal dan saya minta ketua DPRD Lobar menyuarakan aspirasi masyarakat. Setiap reses, saya juga minta pada petani petani dan kelompok kelompok tani untuk melakukan hearing baik ditingkat kabupaten ataupun di tingkat provinsi," tutupnya.(RIN)