Aplikator Diduga Bangun RTG Dusun Setiling Tidak Sesuai Spek

RTG, ini salah satu bangunan Rumah Tahan Gempa yang dibangun oleh aplikator di Dusun Setiling Desa Setiling  kecamatan Batu Kliang Utara Loteng

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG), di Dusun Setiling Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah (Loteng), tidak sesuai dengan Spek . Pasalnya bangunan RTG tersebut, yang semestinya bahan  rangkanya  dari baja, namun malah menggunakan kayu, itupun diduga kayu kelas 4.

"Proyek RTG ini benar benar ladang keuntungan para aplikator," beber ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarkatan Nusa Tenggara Barat (Lidik NTB). Sahabuddin.

Pria bersahaja yang biasa disapa Citung Dasten ini mengaku pengubahan bahan dari baja ke kayu, menurutnya meruoakan kesalahan fatal dan jelas jelas menyalahi aturan dan hanya menguntungkan para aplikator, seperti temuan Lembaganya bersama anggota Lidik NTB di Desa Setiling Kecamatan Batu Kliang Utara baru baru ini.

"Kalau seperti ini temuan kami ini kualitasnya, bukan namanya rumah tahan gempa tapi rumah tahan semut," gerutunya.

Dikatakan, mekanisme pembangunan RTG,oleh para aplikator, askor Tekhnis korwil dan sejumlah pihak yang terlibat dalam proses pembangunan RTG, semuanya sudah paham dan mengerti aturan serta aturan mainnya.

Namun mereka sengaja mengabaikan hal itu, diduga tujuannya untuk meraup keuntungan pribadi. "Jangan pernah diam  ahkan menutup mata dan telinga serta bersenang senang diatas penderitaan rakyat yang ditimpa musibah," ungkapnya.

Atas kejadian ini,  pihaknya atas nama lembaga LSM Lidik NTB meminta  bupati segera bersikap untuk memanggil Askor teknis dan korwil, karena ini sudah menyalahi semangat dan kwtentuan dalam membangun RTG yang benar, jangan hanya memikirkan pundi pundi keuntungan semata. "Saya rasa mereka yang terlibat dalam pembangunan RTG ini, patut diberi peringatan keras dan  layak diberi sangsi berat ," pintanya.

Selanjutnya kepada pihak BPBD, yang mempunya otoritas dan wewenang dalam pembangunan RTG ini, kok diam diam saja dan keaannya ada pembiaran, atau patut diduga ada kong kalikong alias main mata, antara pihak aplikator, askor tekhnis dan korwil, sehingga pembangunan RTG itu tetap berjalan tanpa ada pengawasan melekat dalam pelaksanaannya.

"LSM Lidik NTB akan mengawasi serta mengawal kasus ini sampai tuntas," ancamnya.

Hal senada diungkapkan oleh sekjen LSM Lidik NTB Agus Susanto, ia menilai sejumlah pihak yang terlibat dalam pembangunan ini, diduga ada unsur kesengajaan untuk memperoleh keuntungan semata, tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan  bagi masyarakat penerima. 

"Bahan yang aplikator pasang dibangunan RTG ini, layaknya digunakan pada kandang ayam dan kami berjanji persoalan ini akan kami bawa ke ranah hukum," ancamnya. 



Sementara itu, PLT BPBD Loteng Ridwan Ma'aruf saat ditanya terkait temua LSM Lidik NTB lewat pesan Watshap, hanya memilih diam. "Biarkan saja apapun maunya, dan saya tak akan tanggapi," katanya singkat. (AP)