Ketum AKAD Siap Berkolaborasi Membangun Desa dan Daerah

Ketua AKAD Lobar, Sahril SH
Lombok Barat (Postkotantb.com) - Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid mengukuhkan Pengurus Asosiasi Kepala Desa (AKAD) periode 2021-2024, di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Sabtu (24/4).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengungkapkan bahwa bulan ini merupakan bulan ulang tahun ke-63 Kabupaten Lombok Barat dan mengambil tema dua kata yakni Kolaboratif dan Inovatif. 

Kolaboratif atau kolaborasi artinya, kata Bupati, undangan kebersamaan semua pihak baik dari kadus, kepala desa dan masyarakat yang ada di Lombok Barat untuk selalu bersama-sama menjaga silaturrahmi dan membangun Lombok Barat.

“Tidak ada keberhasilan tanpa ada kolaboratif,” ungkapnya.

Selain kolaboratif lanjutnya, yaitu kata inovatif. Inovatif, lanjutnya, paralel dengan kata genem (tekun, Bahasa Sasak) atau giat.

“Inovatif ini sangat dibutuhkan apalagi saat ini perkembangan teknologi sangat pesat, lebih-lebih kita berada di tengah pendemi,” katanya.

Sementara itu ketua umum AKAD Lobar, Sahril SH mengatakan, AKAD siap membangun sinergitas dengan pememrintah daerah untuk membangun Lombok Barat.

“Tentu ini akan memebrikan sinegritas antara pemerintah daerah dengan kami selaku asosiasi kepala desa (AKAD) yang orientasinya untuk membangun daerah dan desa,” kata Sahril.

Selain itu kepala desa yang tergabung dalam AKAD akan membangun kolaboratif dan inovatif dimana kepentingan daerah dan kepentinagn desa menjadi kepentingan bersama.

“Karena majunya daerah dilihat majunya desa. Seandainya desa maju secara otomatis daerah akan maju, sehingga kita ingin menyatukan persepsi pandangan antar pemerintah desa dan daerah,” ungkapnya.

Ditambhakan Sahril, terkait sisitem perencanaan ada di tingkat daerah dan ada di tingkat desa, ia yakin sinergitas antara daerah dan AKAD harus terbangun dengan baik. Terlebih dengan jargoan lombok barat mantap dapat kita wujudkan bersama.

“Terlebih Bupati Lombok Barat saat membuka Musda AKAD bahwa kepala desa merupakan speaker atau peyambung lindah pemerintah,” ujarnya.

Ditegaskan Sahril bahwa AKAD merupakan wadah tempat untuk bernaung, berdiskusi dan berhimpun. Bagaimana langkah antisipasi kita supaya tidak ada persoalan hukum di kemudian hari di dalam menjalankan tugas fungsi selaku Pemerintah desa dengan baik dan benar, dan bagaimana membangun sinergitas antara desa dan daerah, sehingga orientasi kita adalah membangun.

“Karena fungsi kerja daerah tidak jauh dari fungsi kerja desa, pertama penyelangarakan pemerintahan. Pembangunan dan melakukan pemberdayaan serta pembinaan kepada masyarakat, sehingga konsep ini harus dibangun antara desa dan daerah,” tegasnya.

Dengan adanya AKAD juga diharapkan dapat mempermudah komunikasi dengan SKPD dan Bupati untuk membangun sinergitas mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat RT. Terlebih AKAD ini sebagai peyambung lidah dengan SKPD terkait, supaya tidak ada lagimiskomunikasi dan keterlambatan pengelolaan keuangan desa, pemerintah pusat perintah desa untuk mempercepat pembangunan.

“Tapi di sisi lain, ada keterlambatan itu terjadi di tingkat daerah dan pusat. Padahal desa telah menyesuaikan diri membuat laporan lebih awal, dengan tujuan tertib administrasi dan tertib anggaran,” tutup Kades yang dikenal dengan sebutan Kades Satu Miliar ini. (YN/Net)