Darwilim; Dipastikan Ratusan Juta PAD Dari PKB Loteng Raib

Kepala UPTD PKB Loteng, Darwilim
Loteng (Postkotantb.com)- Ratusan juta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Tengah (Loteng), hilang di Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) kantor Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Loteng

Pasalnya, terhitung sejak awal tahun 2021 pengujian kendaraan bermotor ditutup dan mulai dibuka tanggal 24 Mei lalu.

"Pengujian kendaraan bermotor, sejak awal tahun lalu ditutup dan kemarin kita buka. Penutupan tersebut tentunya berimbas terhadap hilangnya PAD ratusan juta," kata  Kepala UPTD PKB Loteng Darwilim, di kantor UPTD PKB Loteng, Kamis (27/05).0

Kenapa pihaknya mengatakan hilang ratusan juta, lantaran kendaraan yang masa berlaku Uji Kendaraan Bermotor (KIR), bulan Januari, Februari, Marat, April dan di bawah tanggal 24 Mei 2021, melakukan perpanjangan KIR di luar Loteng,  sehingga pembayaran perpanjangan KIR kendaraan mereka diterima oleh daerah tempat mereka melakukan perpanjangan.

"Tidak sedikit rekomendasi yang kita keluarkan selama Lima bulan atau masa penutupan Pelayanan di kantor, sehingga kami bisa taksirkan ratusan juta mengalir ke luar Loteng. Ini artinya PAD yang berasal dari UPTD PKB Loteng dinikmati daerah lain,". terangnya.

Ditambahkan, setelah dibuka terhitung tanggal 24 Mei lalu, ada perubahan pelayanan yang diterapkan, dimana pelayanan sebelumnya menggunakan sistem pendaftaran di gedung sebelah selatannya kantor, sekarang pelayanannya sudah satu pintu, yakni pendaftaran di satu tempat dan langsung dibayar dalam satu deretan loket yang sudah disediakan di kantor.

"Kalau dulu untuk pendaftaran di gedung sebelah selatannya kantor, dan bayarnya di kantor pelayanan. Namun sekarang sudah satu pintu, pendaftaran dan pembayaran berada di satu tempat," terangnya.

Selain itu, juga ada perubahan jumlah tarif sesuai Peraturan Bupati (perbup) nomor 36 tahun 2021 tentang penyesuaian tarif dan retribusi berhubung ada program Smartfren atau penggunaan kartu pintar.

"Kenaikannya hanya Rp 25 ribu untuk semua jenis kendaraan, dan kita berikan kartu Smartfren dan buku kir," terangnya. (AP)