Bantu Amankan Wilayah, Polsek Pagutan Bentuk Pam Swakarsa

FOTO (ILUSTRASI): Polsek Pagutan membentuk Satgas Keamanan dan Pemuda Patriot untuk membantu tugas keamanan dan ketertiban, khususnya di komplek perumahan.

Mataram (postkotantb.com)- Demi menjamin keamanan masyarakat, khususnya yang berada di komplek perumahan, Polsek Pagutan, Kota Mataram telah membentuk pasukan pengamanan masyarakat (Pam) Swakarsa.

"Di wilayah hukum Pagutan, banyak BTN dan perumahan yang kosong kalau pagi
Jadi, banyak hal yang perlu saya bentuk. Seperti di Petemon,  Pagutan, saya bentuk Satgas Lingkungan dan di Komplek Griya Pagutan Permai (GPP, red), kami bentuk Pemuda Patriot," tutur Kapolsek Pagutan, Iptu I Ketut Artana, SH, Jumat lalu. 

Satgas terdiri dari kumpulan sejumlah RT lingkungan setempat. Tugas Satgas tersebut, yakni membantu Bhabinkamtibmas, menyelesaikan persoalan sosial lingkungan masyarakat dan membantu kepolisian menjaga kamtibmas. Terutama Curanmor, Curas dan Curat (3C).

"Kita berdayakan mereka," imbuhnya.

Di samping itu, lanjut Artana, pihaknya tetap menjalin silaturahmi dengan tokoh pemuda dan tokoh agama. Di mana para tokoh ini, memiliki relasi yang turut membantu tugas kepolisian, dalam mengungkap kasus Curanmor dan Curat.

"Kami dibantu sekali sama masyarakat. Selama saya bertugas, Hampir 20 pelaku dengan 35 laporan ke kepolisian. Pelaku sama, tapi korbannya yang berbeda-beda. Ke depan kami juga akan membentuk Satgas di komplek Griya Pagutan Indah (GPI,red)," bebernya.

Sebaliknya, Polsek Pagutan memberikan apresiasi atas proteksi diri masyarakat yang kian meningkat. Kini, hampir setiap rumah di wilayah Pagutan, telah memasang CCTV secara pribadi. "Rekaman CCTV sangat membantu kami. Ada beberapa kasus kami yang terungkap berbekal CCTV," ujarnya.

Kendati demikian, dia menilai masih ada hal penting yang tidak diperhatikan oleh warga, khususnya yang tinggal di kompleks perumahan. Karena, terkadang kejahatan terjadi tidak hanya didasari niat, akan tetapi kesempatan.

"Seperti kemarin kasus Curanmor yang kami tangani. Motor dipanaskan di halaman rumah, tapi mereka berada di dalam rumah. Niat pelaku tidak ada saat itu, akan tetapi ada kesempatan, selesai sudah motor itu," cetusnya.

Diakui Artana, selama pengungkapan kasus, para pelaku kejahatan yang tertangkap, rata-rata dilatarbelakangi kasus Narkoba dan Judi Online. Mirisnya lagi, ada kasus kejahatan 3C di mana setelah dilakukan identifkasi, pelaku menjadi target berjumlah tiga orang dan masih di bawah umur.

"Karena proses hukumnya butuh undang-undang khusus, inilah yang menjadi kendala kami dalam mengungkap kasus 3C. Padahal tersangka ini sudah jadi pendekar. Tinggal tunggu satu tahun lagi sudah selesai lah," jelasnya.

Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap aktif, dalam menyampaikan informasi dan laporan terkait kasus 3C. Terutama yang menyangkut peredaran Narkoba, ahar lingkungan senantiasa aman, tertib dan nyaman.(RIN)