Dusun Padak Selatan Desa Pijot Krisis Air Bersih,Butuh Perhatian Pemda

Bak penampungan air sumbangan BPBD yang kondisinya tak terisi

Lombok Timur (postkotantb.com)- Warga Dusun Padak Selatan, Desa Pijot, Kecamatan Keruak Lotim mengalami krisis air bersih selama belasan tahun. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga harus rela merogoh kantongnya untuk membeli air dari tempat lain.

Bukan tak ada usaha, kepala dusun setempat bahkan pernah melaporkan krisis air tersebut ke pemerintah daerah. Namun, pemerintah melalui BPBD hanya pernah menyalurkan air bersih beberapa waktu lalu kemudian tak pernah datang lagi.

''Pihak BPBD sebenarnya telah menyerahkan lima buah bak penampungan air, tapi entah kenapa mereka tidak pernah datang lagi untuk menyalurkan air,'' kata Kepala Dusun Padak Selatan Rumaat pada wartawan, Selasa (15/6).

Lebih parahnya, di Dusun Pemban Pijot, Desa Pijot, atau di sebelah utara Dusun Padak Selatan, sebenarnya terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering, namun pemerintah desa tak piawai memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya.

Masalah sumber mata air itu, kata Rumaat, sebenarnya akan ditangani BUMDes, namun sesuai aturan, BUMDes tugasnya hanya mengelola, bukan untuk membangun saluran pipa untuk diarahkan ke Padak Selatan.

''Di Dusun Padak Selatan sendiri, terdapat 300 lebih KK yang terdampak krisis. Seandainya dikelola sumber mata air itu, saya rasa di Padak Selatan; cukuplah,'' tandasnya.

Kadus Padak Selatan Rumaat (paling kiri) saat menunjukkan sumber mata air yang tidak dikelola Pemdes

Hasanudin, warga RT Cambe Gusung, Dusun Padak Selatan mengatakan, selama belasan tahun ia harus membeli air bersih dua sampai tiga tangki setiap minggunya. Per tangki, kata pria yang berprofesi sebagai nelayan itu, harganya mencapai Rp 100-150 ribu. Itupun tergantung pemakaian. Jika dipakai untuk mencuci, tak jarang ia harus membeli lagi.

''Sudah lama sekali seperti ini. Belum harus memikirkan biaya yang lain. Untuk beli air saja kami susah,'' kata Hasan.

Hasan dan warga lainnya sebenarnya telah memasang aliran air PDAM beberapa tahun lalu, tetapi tidak tersalurkannya air dengan baik membuat ia dan warga lainnya enggan untuk membayar tagihan yang berakibat dicabutnya pipa saluran air oleh PDAM.(Iwan)