Pantai LG KLU Sebagai Tempat Surfing Yang Menantang dan Menyenangkan

Humaspro KLU bersama pewarta saat bersih-bersih pantai LG yang eksotis 

Lombok Utara (postkotantb.com)  -- Pantai LG (Live is Good) Dusun Lendang luar, Desa Malaka Kecamatan Pamenang, Kabupaten Lombok Utara adalah satu satunya pantai yang menjadi tempat berolah raga challenge. 

Selain ombaknya yang menantang,pantai yang berpasir putih nan inidah ini di kelilingi tebing yang bebatu dan ditumbuhi pepohonan serta panorama alam yang sangat indah. 

Sekitar 100 meter dari jalan pariwisata Mataram - Lombok Utara, pengunjung bisa melihat langsung samudra luas dan puncak gunung Bali yang asri.

Di sore harinya pengunjung dapat menikmati angin pantai sepoi sepoi dan matahari tenggelam di upuk barat laut. Betapa indahnya pantai LG sebagai tempat wisata bersama keluarga,kerabat dan handai taulan. Tidak hanya itu, deburan ombak dengan airnya yang bersih ke biru biruan menjadikan pantai LG sebagai tempat challenge (olah raga menantang).

Adalah Budi Akbar, salah satu pelaku usaha wisata mengaku, sejak tahun tahun 2014 bermain olah raga challenge di pantai LG hingga saat ini tetap digelutinya bahkan putra dan kawan kawan se profesi. Ia sudah mampu mengajak dan mengajarkan pemuda warganya sekitar 25 orang untuk berselancar di pantai LG. 

Budi benar benar takjub dengan pantai LG di kampungnya yang masih asri dan natural itu. 

Senada dengan Harsono, selaku penjaga pantai,Ia membenarkan penyampaian Budi Akbar saat di wawancara postkotantb.com Sabtu 12/6-2021.

Harsono menambahkan, "sebelum bencana Covid 19 ramai pengunjung wisatawan baik lokal maupun asing, tutur Harsono. " 

"Tidak lama paska Gempa Bumi melanda daerah kita ini cukup ramai pengnjung, sehingga Ia (Harsono -Red) tetap berjualan di warung kecil dan sederhana ini".imbuhnya saat itu.

Alhamdulillah,sambung Harsono, "pendapatan saya cukup untuk kebutuhan keluarga saya dan bahkan bisa menabung, ketusnya. Namun tak lama kemudian, dengan bencana Covid 19, pendapatan saya  drastis menurun, ungkapnya.  

Ditanya soal bagaimana perhatian pemda KLU dalam hal ini Dinas Pariwisata terhadap kondisi ini, Harsono dan Budi Akbar menjelaskan,"Kita maklum dengan keadaan atau dampak Covid 19 ini, kondisi keuangan pemda terkuras untuk mengatasi pandemi,lebih parah lagi PAD KLU menurun juga akibat kunjungan wisata sepi dan lesu atau boleh dikata pariwisata saat ini lagi "mati suri", namun kami yakin badai ini InshaaAllah pasti berlalu dan bangkit kembali seperti sedia kala"  tutup mereka.(YN)