Pemuda Pancasila Loteng Minta Kapolres Tegas, Jangan Sampai Kena PHP


LOTENG (Postkotantb.com)-Ketua Pemuda Pancasila (PP) Lombok Tengah (Loteng), M. Samsul Qomar meminta, agar Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho pelototi kasus Ketua BPPD saudari Ida Wahyuni Sahabuddin.

Pasalnya, laporan dan pengaduan oleh beberpaa pihak berupa dugaan penipuan program harus segera di tindak tegas.

"Untuk menjaga muka Polres di hadapan hukum dan kepercayaan publik maka Kapolres harus segera mengambil tindakan tegas, dan jangan mau di PHP,” katanya melalui pres rilisnya, Ahad malam (13/6).

Dikatakan, tindakan tegas yang di maksud adalah pemanggilan paksa hingga penahanan terlapor, karena sesuai janji yang di utarakan bahwa tanggal 14 Juni dia akan memenuhi panggilan Penyidik Polres Loteng.

"Dia sudah berjanji dan dimuat di media, Kapolres harus lakukan tindakan tegas,” ulang mantan ketua komisi II bidang pariwisata ini.

Jika pada tanggal 14 besok Ida Wahyuni Sahabuddin selaku terlapor tidak menunjukkan itikad baiknya, maka Pemuda Pancasila mendorong Polisi segera menetapkan yang bersangkutan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk memudahkan kerja kepolisian selanjutnya.

“Saya fikir Pak Kapolres perlu menetapkan terlapor sebagai DPO jika dia ingkar janji dan meremehkan tugas kepolisian serta ndak punya itikad baik memenuhi panggilan penyidik,” tukasnya.

Selain sebagai upaya penegakan supremasi hukum, hadirnya terlapor juga akan memperjelas upaya damai yang di lakukan pihak kepolisian sejauh ini. "kan mau damai dia akan tanggungjawab apakah betul ya kita lihat besok tanggal 14 kalau ga betul ya dia memang berniat kabur atau sengaja lari,” urainya.

Pihaknya atas nama ketua PP Loteng, mendukung upaya kepolisian mengungkap kasus kasus hukum yang akan di laporkan dan sudah di laporkan oleh korban, dia mengatensi kasus ini karena berhubungan dengan masa depan pariwisata.

"Karena yang dia jual adalah badan milik daerah yang tugasnya sangat penting, sebagai rakyat kami merasa terpanggil,” Tutupnya. (AP)