Bupati Lotim Keluarkan SE Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Darurat Imbangan


Lombok Timur (postkotantb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. M Sukiman Azmy mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 060/481/PMD/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Darurat Imbangan di Kabupaten Lotim.

Hal itu sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di wilayah Jawa-Bali dan instruksi Mendagri Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro serta SE Gubernur NTB Nomor 180/08/KUM/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat Berbasis Mikro di Provinsi NTB.

Hal itu disampaikan Sekda Lotim, H. M Juaini Taofik dalam temu wartawan yang berlangsung di Ruang Rapat Masjid Kantor Bupati pada Rabu 14 Juli 2021.
Pada kesempatan itu, Sekda menekankan sejumlah poin yang tertuang dalam SE Bupati yang intinya pemerintah daerah (Pemda) akan membatasi mobilitas warga sampai dengan hari Selasa tanggal 20 Juli 2021.

”Pemerintah dan Satgas Covid-19 Lotim kembali melakukan penyekatan di tiga titik perbatasan Kabupaten Lotim yakni di wilayah selatan: Desa Sukaraja, Jerowaru, wilayah Jenggik-Terara, dan di Pelabuhan Kayangan,” kata Sekda.

Lanjutnya, kendati jumlah kasus Covid-19 di Lotim saat ini terbilang minim dengan 17 kasus, akan tetapi Lotim masih dikelilingi kasus aktif yang cukup tinggi. Karena itu, menurut Sekda, penting dilakukan pencegahan yang salah satunya dengan penyekatan.

”Satgas juga telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dengan kondisi saat ini, ungkap Sekda, penyelenggaraan shalat Idul Adha 1442 H tetap dapat dilaksanakan, tetapi dilakukan di lapangan terbuka.

”Dengan kondisi kita di Lotim saat ini, pelaksanaan shalat Idul Adha/Qurban tahun ini bisa dilakukan di tempat terbuka semisal lapangan ataupun masjid namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” saran pria tiga anak itu.

Adapun dalam penyekatan yang akan dilakukan di tiga wilayah nantinya akan melibatkan 125 personil yang akan dibagi dalam dua shift. (Wan)