Demo Bela Pemimpin Dibatalkan

 


LOTENG, (postkotantb.com) -  Gelombang protes dari masyarakat atas tak dikasinya masuk Bupati Lombok Tengah (Loteng) saat peresmian Sirkuit Mandalika pekan lalu oleh Presiden terus terjadi. 

Bahkan aksi demo Bela Pemimpin dari gabungan koalisi LSM akan dilakukan besok Rabu 16/11 di Bundaran Penujak hingga bundaran Sirkuit. 

Sayang aksi tersebut batal dilakukan setelah Bupati Loteng HL. Pathul Bahri bertemu dengan seluruh LSM di Bale Selak Gejuh Praya. 

Bupati meminta kepada koalisi LSM Bela Pemimpin untuk membatalkan acara tersebut sebab akan menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

"Terimakasih yang setinggi tingginya atas rasa simpati dan empati teman teman LSM namun demi ketenangan dan kenyamanan masyarakat Loteng kami mohon untuk dibatalkan" ungkapnya saat bertemu dengan koalisi LSM Selasa (16/11)

Bupati mengatakan setiap manusia ada sisi lebih dan sisi kurangnya. Tidak ada manusia yang tidak punya salah karna itu hal hal seperti itu menjadikan refrensi untuk kita perbaiki ke depan  "Mari kita saling memaafkan, kalaupun saya ada salah maka saya juga atas nama masyarakat dan pribadi meminta maaf kepada Pemprov dan seluruh masyarakat Loteng," ungkapnya 

Sementara itu Koordinator Aksi Bela Pemimpin Saidin Al-Fajri memahami apa yang menjadi keinginan Bupati yang ingin melihat masyarakatnya tenang dan tak ada kegaduhan, karena itu Koalisi LSM sepakat untuk membatalkan Kegiatan itu. 

"Kita hargai keputusan pak Bupati, beliau langsung bertemu dengan LSM untuk mereda rencana aksi besar besaran itu" ujarnya.

Sebenarnya kata Saidin aksi demonstrasi sudah matang direncanakan bahkan sejumlah titik petinggi LSM sudah melakukan rapat, bahkan surat pemberitahuan sudah dilayangkan ke Polres Loteng.

Pihaknya akan menutup akses keluar masuk menuju Sirkuit sebelum Gubernur meminta maaf kepada masyarakat Loteng, namun demikian sigap Bupati mendatangi lokasi rapat rencana aksi dan meminta agar dibatalkan. 

"Kalau tak Bupati yang meminta maka kami tak akan batalkan" jelasnya.

Kedepannya kata Saidin, Pemprov diminta untuk lebih menghargai Bupati Loteng, sebab apapun alasannya Bupati adalah pemimpin Loteng. 

"Kedepannya supaya kita saling harga menghargai, kami akan hargai bapak jika menghargai Bupati atau pemimpin kami, kalau tak Bupati Loteng yang minta langsung dihentikan maka kami akan turunkan masa besar besaran," tutupnya. (AP)