Aksi Damai di Kantor Bupati, GEMA Lotim Soroti Tata Kelola RSUD

 




Lombok Timur, (postkotantb.com)  –Sejumlah masa aksi yang menamakan dirinya Gerakan Maju Lombok Timur (GEMA LOTIM), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Lombok Timur pada Rabu (1/12/2021). 

GEMA LOTIM menyoroti sejumlah permasalahan RSUD kabupaten Lombok timur tersebut, GEMA LOTIM melayangkan delapan tuntutan untuk memperbaiki layanan kesehatan dan tata kelola rumah sakit.

Pasca diguyur hujan lebat, aksi berjalan damai dan warnai perdebatan antara aparat keamanan dan masa aksi yang meminta bertemu dengan Bupati. Namun tidak satupun pejabat yang bersedia ditemui, sehingga masa aksi menyampaikan akan melakukan aksi lanjutan sampai tuntutan mereka diperhatikan.

Permasalahan pertama menurut koordinator aksi, Herman, bahwa RSUD Lotim Peraturan Bupati Lombok Timur berbeda dengan dasar hukum pembentukan RSUD daerah lainnya seperti hal RSUD Provinsi maupun RSUD Sumbawa. Perda RSUD Lotim, tidak mencantumkan berkaitan dengan tata kelola, strategi maupun kedudukan kaitannya otonomi rumah sakit.

"Keberadaan RSUD seolah dianggap seperti UPTD lainnya, padahal RSUD memiliki karakteristik sendiri sesuai dengan ketentuan UU Kesehatan, UU Rumah Sakit dan Peraturan Menteri Kesehatan,"ungkap Herman.

Menurutnya, lanjut ia, hal demikian mempengaruhi berbagai kebijakan struktur kelembagaan RSUD, salah satunya perjalanan pergantian direktur PLT beberapa kali yang mengalami dinamika, mengindikasikan persoalan birokrasi dan praktik maladministrasi. Secara administrasi pemerintahan tidak memenuhi asas pemerintah yang baik, efisiensi birokrasi dan aspek keseimbangan, manfaat, perlindungan, penghormatan terhadap hak dan kewajiban serta aspek keadilan. 

“Untuk itu, kami menuntut segera audit rumah sakit daerah, karena PLT yang berkali kali mengindikasikan ada benih praktik korupsi”, ungkapnya.(red)