Ancaman Banjir Kiriman Mengintai Sirkuit Pertamina Mandalika


 

LOTENG, (postkotantb.com)- Intensitas hujan akhir akhir ini cukup deras, hal ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan Sirkuit Pertamina Mandalika di Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng).

Pasalnya setiap kali hujan, genangan air kiriman selalu menggenangi sircuit dan sekitarnya. 

Tergenang ya sircuit Mandalika, ternyata tidak semegah dari luar.

Terhadap hal itu, telah memantik perhatian anggota DPRD Loteng Daerah Pemilihan (Dapil) III Praya Timur Pujut.

Melalui pres rilisnya Politisi Nasdem Perjuangan Lalu Wiraksa mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan desain cirkuit Mandalika tidak semegah dari luar. Sebab ketika hujan datang, genangan air selalu menjadi persoalan yang harus dipikirkan.

"Saya sih tak menyangka, circuit yang kelihatan megah dari luar, ternyata didalamnya banjir," katanya.

Dikatakan, selaku putra Kecamatan Pujut atau lokasi sircuit, sudah memahami memahami betul struktur lingkungan yang telah mengalami berbagai perubahan akibat adanya pembangunan yang masif di wilayah KEK dan sekitarnya.

Sehingga hal tersebut telah membuat kanal-kanal alam yang sudah ada semenjak dahulu kala menjadi tidak berfungsi lagi, bahkan ada yang hilang.

“Bayangkan saja, tiga Menange (sungai muara) saat ini sudah tidak berfungsi sama sekali. Padahal itu adalah sungai yang terbentuk oleh alam dan sudah ada dari dulu. Kenapa itu yang di timbun,” sesalnya.

Lebih lanjut, Sekretaris Komisi III DPRD Loteng ini, juga menyoroti perizinan galian di berbagai titik sekitar wilayah Desa Kuta hingga Mertak ini yang seperti tidak mendapat pengawasan sama sekali. Seperti yang kita ketahui bersama, musim hujan tahun sebelumnya itu Desa Kuta di hantam banjir bandang yang cukup merepotkan, bahkan hingga saat ini sebagian Desa Mertak juga mengalami hal sama.

“Ada hal yang seperti dilupakan oleh pemerintah kita, bahwa pembangunan jangan sampai membuat masalah seperti ini. Ini mungkin terdengar klasik, sebab dari sebelumnya sudah sering disuarakan, tapi pemerintah provinsi dan kabupaten seperti cuek saja,” kata Lalu Wiraksa.

Oleh sebab itu, Lalu Wiraksa merasa jika hal fundamental itu tidak ditanggulangi maka banjir akan menjadi hal rutin yang akan terjadi di wilayah KEK dan sekitarnya. “Kemarin itu air laut tidak sedang dalam posisi pasang, apalagi kalau sedang pasang,” cetusnya.

“Kanal-kanal yang di bangun oleh ITDC itu jangan sampai tidak ada manfaatnya jika masalah banjir ini selalu hadir. Perlu ada terobosan yang lebih baik, misalnya pemerintah mulai berpikir untuk membangun dam di wilayah utara KEK. Ini akan banyak gunanya. Wilayah di luar KEK itu juga mesti diperhatikan agar tidak mendapat efek domino dari masalah ini,” lanjut tokoh selatan ini sambil berharap betul pemerintah segera mencari solusinya.

Selain itu infrastruktur pendukung seperti jalan penghubung antara Rangkep Desa Kuta menuju ke lokasi wisata tenun Sade Desa Rembitan sangat perlu ditingkatkan statusnya. 

Jalan tersebut dapat menjadi alternatif untuk memperlancar arus lalu lintas selain Bypass BIL ke Sirkuit Mandalika. Selain manfaat untuk warga, ini juga dapat mengurai dampak banjir jika terjadi longsor di daerah Rangkep dan sekitarnya.

“Sekarang kita sedang menuju perhelatan MotoGP yang insya Allah akan dilaksanakan Maret. Itu perkiraan sedang Nyale Poto, artinya intensitas hujan masih dalam musimnya. Kita sangat berharap gelaran ini bisa sukses, pengunjung nyaman, dan warga sekitar juga memperoleh manfaat serta tidak mendapat masalah,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Lalu Wiraksa juga memberi masukan kepada penyelenggara kegiatan di Sirkuit Pertamina Mandalika dan wilayah KEK pada umumnya, agar hendaknya memperhatikan kearifan lokal (termasuk SDM lokal) dalam setiap perhelatan yang di gelar. Ini dimaksudkan agar masyarakat juga merasa menjadi bagian dari kegiatan tersebut sehingga akan ikut bertanggung jawab dalam menjaga kondusifitas daerahnya. (AP)