Mataram, (postkotantb.com) -
Pulau Sumbawa terletak di sebelah timur Pulau Lombok, dengan luas tiga kali lipat dari Pulau Lombok.Pulau Sumbawa memiliki banyak potensi geowisata yang dapat dikembangkan menjadi obyek geowisata di tingkat nasional dan internasional.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas ESDM NTB, Zaenal Abidin Abe dalam bincang khusus dengan DM dari poskotantb.com di ruang kerjanya, Rabu (8/6/2022).
Sebagai pulau terbesar di provinsi ini, Abe, sapaan akrabnya mengurai, Pulau Sumbawa memanjang pada arah barat-timur. Panjang pulaunya 275 km, lebar rata-rata 75 km. Pulau ini berbentuk agak unik karena mempunyai beberapa teluk besar yang menjorok jauh ke daratan, seperti antara lain, Teluk saleh sejauh lebih dari 80 km.
Disamping itu, lanjut Abe, hampir disekeliling pulaunya, terdapat batu gamping koral yang masih tumbuh dan beberapa di antaranya sudah terangkat dan muncul di permukaan.
Menurut sarjana Geodesi Universitas Gajamada itu, sebagian terbesar dari Pulau Sumbawa ditempati oleh batuan gunung api dan batuan sedimen gunung api yang berumur mulai dari Miosen awal sampai Resen, dan sedikit batuan karbonat dan batuan terobosan.
Berdasarkan survey geowisata Pulau Lombok oleh tim yang diketuai Rimbaman dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi (sekarang Pusat Survei Geologi), dan dilanjutkan dengan acara seminar geowisata Pulau Lombok di Mataram.Telah dibuat proposal untuk survey
geowisata selanjutnya di Pulau Sumbawa, dengan mengusulkan beberapa wilayah yang menjadi prioritas untuk dikembangkan selanjutnya.
Abe menyebut, sampai saat ini objek wisata alam di Pulau Sumbawa yang terdiri dari 5 daerah kabupaten dan kota, masih sedikit yang dikembangkan, seperti Gunung Tambora dan beberapa lokasi disepanjang pantai. Itupun belum dikembangkan secara optimal. Padahal, di pulau ini banyak bentukan alam yang cukup atraktif, antara lain pemandangan
alam disekitar teluk-teluk, gunung api di tengah laut (Gili Banta, dengan sisa kaldera, dan Gunung Sangeang), perbukitan batu gamping di bagian barat daya, adanya batu gamping koral di sepanjang pantai, dan perbukitan atau pegunungan yang ditempati oleh batuan gunungapi tua (Miosen) yang atraktif.
"Semua objek wisata alam dan bentukan alam disejumlah perbukitan di Pulau Sumbawa berpotensi dikembangkan menjadi objek geowisata, yaitu dengan memberikan informasi tentang genesa pembentukannya, jenis, dan manfaat," tandasnya, sembari menunjukkan titik-titik wilayah di peta yang terpampang.
Abe menceritakan pengalaman menyusuri pantai barat hingga selatan Pulau Sumbawa, sungguh menyenangkan, karena pemandangan di pesisir pantai masih asri, termasuk di Kabupaten Sumbawa Barat terdapat beberapa obyek wisata pantai.
Dia menyebut, pada kawasan Wisata Pantai Maluk dan sekitarnya, terdapat Pantai Jelengga, Pantai Maluk, Pantai Sekongkang, Pantai Mangkung, Pantai Pesin, dan Kawasan Lingkar Tambang Batu Hijau.
Pada kawasan Pantai Maluk, membentang sejumlah pantai berpasir putih panjang dengan ciri khas ombaknya yang keras menggulung.
Untuk mengunjungi Pantai Maluk ini tidak terlalu sulit. Sarana transportasi yang dibutuhkan wisatawan tersedia setiap saat.
Dari Ibu kota NTB, Mataram, dibutuhkan waktu sekitar enam jam untuk sampai ke Pantai Maluk. Sekitar dua jam perjalanan menggunakan feri dari Pelabuhan Kayangan Lombok. Selebihnya perjalanan ditempuh melalui jalur darat.
Dari Pantai Maluk ini wisatawan bisa melihat pesona keindahan
Teluk Maluk. Bukan hanya itu. Pantai Maluk kerap dijadikan oleh wisatawan sebagai arena berselancar. Tak heran, apabila peselancar kelas dunia senantiasa mengagendakan kegiatan di Pantai Maluk. (Red/DM).


0Komentar