Mutiara Febriani

MAN 2 Mataram adalah madrasah yang telah dikenal mumpuni dan profesional mendidik siswa hingga berprestasi di tingkat nasional, bahkan"Go International". Itu sebabnya Mutiara Febriani tetap percaya diri.




Syafrin Salam
Provinsi NTB



Tampil memukau saat ajang Puteri Remaja Indonesia NTB Intelegensi belum lama ini, menghantarkan Mutiara Febriani, Siswi MAN 2 Mataram (MANDA), terpilih mewakili Provinsi NTB, menjajaki ajang Puteri Batik Remaja Indonesia 2022, Bulan Oktober mendatang.

Ditemui pekan lalu, siswi yang akrab disapa Mutia ini, mengaku dirinya nervous saat terpilih. Hal tersebut sangatlah wajar, karena ajang tersebut merupakan kali pertama bagi Mutia tampil di ajang nasional.

"Bangga dan deg-degan juga sih. Soalnya ajang ini kan nasional, pastinya akan banyak peserta dari daerah lain yang juga berkualitas," curhat Mutia.

Meski begitu ungkap Mutia, paling tidak pengetahuan dasar public speaking serta bimbingan para guru dan dukungan Kepala MANDA, H. Lalu Syauki, dirinya tetap percaya diri untuk tampil bersaing dengan peserta dari daerah lain.

Terlebih lagi, madrasah tempat dirinya mengenyam pendidikan, sangat profesional dalam membimbing peserta didiknya. "Saya sekarang lebih sering ikuti les public speaking. Supaya nanti lancar menjawab setiap pertanyaan juri," imbuhnya.

Selain itu, siswi berparas ayu nan manis ini menyadari, bahwa ilmu pengetahuan serta kepiawaian yang dirinya miliki saat ini, belum cukup untuk dijadikan bekal. Sesuai dengan temanya, Mutia bertekad akan lebih banyak belajar. Khususnya yang berkaitan dengan batik nusantara.

Tentu, sejumlah tahapan dari proses pembelajarannya yang dilalui mutia tidaklah mudah. Karena, batik di masing-masing daerah di Indonesia, memiliki motif serta nilai filosofis yang berbeda-beda. Sesuai kearifan lokal daerahnya.

"Jika saya ditanya dewan juri tentang bagaimana cara mengenalkan batik secara luas, saya bisa menjawabnya,"

Mutia juga meniatkan, saat tampil di ajang tersebut, dirinya akan mengenakan busana Sasambo. Niat itu muncul semata-mata untuk memperkenalkan ciri khas dan kearifan lokal masyarakat NTB.

"Ketika saya mengenakan busana batik Sasambo, saya juga akan menjelaskan bagaimana sih ciri khas batik Sasambo," ujar Mutia.

"Sebenarnya banyak lagi bekal yang harus saya siapkan. Dengan semangat yang saya punya, saya usahakan untuk memberikan yang terbaik. Jadi mohon doanya," harapnya.(*)