![]() |
| Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas LHK NTB, Kepala Dikbud NTB, serta beberapa OPD lingkup Pemprov NTB.(Dok RIN) |
Mataram (postkotantb.com)- Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah atau akrab disapa Umi Rohmi menyampaikan, Gebyar Pilah Sampah ini sebagai bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB, dalam mendukung program Zero Waste.
"Kalau untuk semua dinas di lingkup Pemprov NTB ini sampahnya sudah terkelola dengan baik. Sebab kami sudah menerapkan Eco Office lebih dari satu tahun yang lalu," ungkap Umi Rohmi, di sela-sela acara Jumpa Bang Zul- Umi Rohmi bertajuk, Gebyar Pilah Sampah yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/02/2023).
Kendati demikian, dirinya tetap mengingatkan seluruh pihak, agar tidak lagi mengandalkan karangan bunga. Pasalnya, hiasan yang biasa digunakan sebagai bahan atau papan untuk ucapan selamat itu, berbahan Steyrofom. Bahan ini diketahui sangat sulit terurai. Butuh waktu ratusan tahun.
"Surat Edaran Gubernur sudah jelas, NTB setop menggunakan karangan bunga. Ucapan selamat atau duka, setelah itu musibah. Karena karangan bunga yang berjejer ujungnya jadi sampah semua," tegasnya.
Pihaknya menyarankan agar masyarakat mengganti kebiasaan mengandalkan karangan bunga, dengan pohon, bunga , bunga atau buah yang hidup. Ini akan menambah nuansa hijau, penuh dengan kesan ramah lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi kesehatan. Sama halnya dengan tradisi lepas balon di setiap acara seremonial.
Di sisi lain, lanjut Umi Rohmi, bahwa Perubahan kebiasaan, menurutnya merupakan cerminan dari tahapan perubahan pola pikir masyarakat. Mengingat NTB merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang berani berbicara masalah Net Zero Emission 2050.
"Itu lah yang membuat NTB diundang ke Negara Denmark dan mereka support kami dan dibantu pembuatan design sendiri. Jadi sekarang kalau ada acara seremoni, tanam pohon yuk. NTB Hijau, NTB Bersih, itu strategi kita ke depan," ajak Umi Rohmi.
Sementara itu, Kepala Dinas LHK NTB, Julmansyah, menegaskan, Selama kepemimpinan Zul-Rohmi, masyarakat NTB telah menghasilkan sebanyak 3,9 Juta Ton sampah yang terkelola dengan baik. Hal ini pun bisa dibuktikan di Neraca Sampah. Kata Julmansyah, dari angka 20,06 di Tahun 2018, kini sudah menembus angka 54,9.
"Artinya, ada trend peningkatan dari pengurangan penanganan sampah dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga ke depan akan ada peningkatan neraca sampah lebih meningkat dari tahun kemarin," ujarnya.
Ditambahkan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya bersama Wagub NTB, akan menandatangani Letter of Intens (LOI) antara NTB dan Notingham University Inggris. Dengan adanya LOI, pihak universitas luar negeri tersebut, akan membantu Pemprov NTB dalam rangka menangani isu lingkungan hifdup, baik melalui melalui riset, pertukaran pelajar serta langkah lainnya.
"Semoga bisa berjalan lancar," harapnya.
Gebyar Pilah Sampah ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional. Event ini terselenggara secara perdana dan melibatkan sekitar 3000 peserta. Terdiri dari siswa SMK dan SMA dan 40 komunitas pengelolaan sampah di NTB.
Event ini juga terselenggara secara serentak, di Kabupaten Sumbawa Barat, serta SMK dan SMA se NTB. Hadir pula dalam event ini, peserta dari luar NTB. Yakni Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Bali Nusra beserta para rombongan. (RIN)


0Komentar